BerandaNewsTRAVLR akan Mengubah Cara Orang Berwisata

TRAVLR akan Mengubah Cara Orang Berwisata

Published on

spot_img
spot_img

TRAVLR, platform pariwisata yang revolusioner, siap mendobrak industri pariwisata setelah berhasil meraih pendanaan SERI A sebesar US$5 juta. TRAVLR akan segera merumuskan kembali cara kita berliburan.

Pada 2011, Simon dan Lani te Hennepe dari Australia menciptakan The Bali Bible sebagai wadah berbagi rekomendasi dengan orang lain. “Ketika dirintis pertama kali, kami memakainya sebagai sarana berbagi pengalaman dengan teman-teman, namun kami cepat menyadari bahwa ada audiens yang lebih besar di luar itu,” ujar Simon te Hennepe, CEO dan salah satu pendiri The Bali Bible.

BACA JUGA:  Sandy Canester dan REGAR Ciptakan Genre Musik Urban Melayu 

Memanfaatkan popularitas platform media sosial pada masa-masa awal, The Bali Bible menggaet penggemar fanatik dengan mendukung para wisatawan agar bisa saling berbagi pengalaman dan memberi inspirasi.

“Kami cukup terkejut menyaksikan perkembangan awalnya, namun kami dapat menyadari ada hal istimewa yang tengah berlangsung. Sebetulnya sangat lumrah jika orang-orang ingin menjalin relasi lewat pengalaman mereka ketika liburan,” ujar Lani te Hennepe.

Sejak saat itu, The Bali Bible telah menjadi sumber acuan kegiatan wisata di Bali, dan dikunjungi lebih dari 2 juta kali setiap bulan serta memiliki 290.000 laman yang berisi ulasan para pengguna (user-generate recommendations).

BACA JUGA:  Jetstar Asia Menambah Penerbangan untuk Asian Games 2018

Para pendiri The Bali Bible menyadari bahwa mereka tengah mengalami sesuatu yang istimewa dan cepat membaca peluang.

“Tidak ada satu platform pariwisata tunggal yang mudah digunakan dan menawarkan pengalaman terlengkap,” ujar Simon te Hennepe.

Karena itu, mereka merintis kiprah untuk mengembangkan dan mengubah sebuah solusi yang akan melayani kebutuhan para wisatawan pada setiap tahap, yakni TRAVLR. TRAVLR berkembang menjadi teknologi pariwisata yang memenuhi harapan wisatawan modern dan berniat mendobrak pasar yang ada. Tim TRAVLR memiliki rencana berani untuk memadukan fitur blockchain, kecerdasan buatan, dan augmented reality dalam pengalaman wisata.

BACA JUGA:  Strategi Untuk Meningkatkan Kunjungan di Desa Wisata

TRAVLR beroperasi di Bali dan Fiji, dengan rencana peluncuran di Selandia Baru, Seychelles, Indonesia, dan Ibiza. TRAVLR meraih pendanaan pertamanya dari sekelompok investor asal Selandia Baru lewat platform Suubee yang menghubungkan para investor, pedagang, pemodal ventura, dan pebisnis.

“Dari pengalaman mengembangkan The Bali Bible, kami mampu meningkatkan pengalaman wisata secara berarti. Kami tak sabar melansir TRAVLR di berbagai tujuan wisata terbaru dan menghadirkan dampak positif bagi jutaan orang,” kata Simon te Hennepe.

spot_img
spot_img
spot_img

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Ijen Siap Jalankan Revalidasi UNESCO Global Geopark 

Banyuwangi, Venuemagz.com - Fenomena blue fire (api biru) danau Kawah Ijen terbukti ampuh menyedot...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...

HKTB Luncurkan Kampanye Pariwisata Global Only in Hong Kong 

Hong Kong, Venuemagz.com - Dalam rangka memberikan pengalaman destinasi yang unik, Hong Kong Tourism...

Accor Memperingati Hari Anak Nasional Melalui ATFAC Family Fun Walk di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Accor memperingati Hari Anak Nasional Indonesia melalui kegiatan ATFAC Family Fun...