BerandaNewsTRAVLR akan Mengubah Cara Orang Berwisata

TRAVLR akan Mengubah Cara Orang Berwisata

Published on

spot_img

TRAVLR, platform pariwisata yang revolusioner, siap mendobrak industri pariwisata setelah berhasil meraih pendanaan SERI A sebesar US$5 juta. TRAVLR akan segera merumuskan kembali cara kita berliburan.

Pada 2011, Simon dan Lani te Hennepe dari Australia menciptakan The Bali Bible sebagai wadah berbagi rekomendasi dengan orang lain. “Ketika dirintis pertama kali, kami memakainya sebagai sarana berbagi pengalaman dengan teman-teman, namun kami cepat menyadari bahwa ada audiens yang lebih besar di luar itu,” ujar Simon te Hennepe, CEO dan salah satu pendiri The Bali Bible.

BACA JUGA:  Indonesia Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Pasifik

Memanfaatkan popularitas platform media sosial pada masa-masa awal, The Bali Bible menggaet penggemar fanatik dengan mendukung para wisatawan agar bisa saling berbagi pengalaman dan memberi inspirasi.

“Kami cukup terkejut menyaksikan perkembangan awalnya, namun kami dapat menyadari ada hal istimewa yang tengah berlangsung. Sebetulnya sangat lumrah jika orang-orang ingin menjalin relasi lewat pengalaman mereka ketika liburan,” ujar Lani te Hennepe.

Sejak saat itu, The Bali Bible telah menjadi sumber acuan kegiatan wisata di Bali, dan dikunjungi lebih dari 2 juta kali setiap bulan serta memiliki 290.000 laman yang berisi ulasan para pengguna (user-generate recommendations).

BACA JUGA:  Canon Luncurkan Dua Pemindai Dokumen dengan Produktivitas dan Kecepatan Tinggi

Para pendiri The Bali Bible menyadari bahwa mereka tengah mengalami sesuatu yang istimewa dan cepat membaca peluang.

“Tidak ada satu platform pariwisata tunggal yang mudah digunakan dan menawarkan pengalaman terlengkap,” ujar Simon te Hennepe.

Karena itu, mereka merintis kiprah untuk mengembangkan dan mengubah sebuah solusi yang akan melayani kebutuhan para wisatawan pada setiap tahap, yakni TRAVLR. TRAVLR berkembang menjadi teknologi pariwisata yang memenuhi harapan wisatawan modern dan berniat mendobrak pasar yang ada. Tim TRAVLR memiliki rencana berani untuk memadukan fitur blockchain, kecerdasan buatan, dan augmented reality dalam pengalaman wisata.

BACA JUGA:  Fotografi Semakin Menyenangkan Dengan Instax Mini LiPlay+â„¢

TRAVLR beroperasi di Bali dan Fiji, dengan rencana peluncuran di Selandia Baru, Seychelles, Indonesia, dan Ibiza. TRAVLR meraih pendanaan pertamanya dari sekelompok investor asal Selandia Baru lewat platform Suubee yang menghubungkan para investor, pedagang, pemodal ventura, dan pebisnis.

“Dari pengalaman mengembangkan The Bali Bible, kami mampu meningkatkan pengalaman wisata secara berarti. Kami tak sabar melansir TRAVLR di berbagai tujuan wisata terbaru dan menghadirkan dampak positif bagi jutaan orang,” kata Simon te Hennepe.

Transnusa Resmikan Penerbangan Langsung Bali ke Phuket

Jakarta, Venuemagz.com - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Denpasar–Phuket...

ITB India 2026 Berakhir di Mumbai, Memperkuat Koneksi Global dengan Pasar Wisata India

Mumbai, Venuemagz.com – ITB India 2026 resmi berakhir di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Hadir Perdana di Pulau Jawa, Angsana Bogor Gunung Geulis Tawarkan Pengalaman Menginap Bagi Keluarga

Bogor, Venuemagz.com - Angsana bagian dari Banyak Group meluncukan hotel terbarunya yang berlokasi di...

Four Points by Sheraton Bekasi Gelar Pameran Pernikahan dengan Hadiah Cincin Rp25 Juta 

Bekasi, Venuemagz.com - Four Points by Sheraton Bekasi akan menggelar pameran pernikahan bertajuk NIAT...