UNWTO Apresiasi Perkembangan Pariwisata Indonesia

Friday, 09 November 18 Harry Purnama
UNWTO

UNWTO (Badan Pariwisata PBB) mengapresiasi perkembangan pariwisata di Indonesia, terutama kenaikan jumlah wisatawan yang termasuk tercepat di dunia. Hal ini disampaikan oleh Jaime Alberto Cabal Saclamente, Deputi Sekretaris Jenderal UNWTO, dalam pertemuan dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya di stan Indonesia pada ajang World Travel Market London, 6 November 2018.

“Kenaikan tercepat ini merupakan hasil dari transformasi digital. Menurut UNWTO, Indonesia dapat menjadi model bagi negara lain untuk melakukan digital tourism,” kata Arief Yahya.

Delegasi UNWTO berkunjung ke paviliun Indonesia yang dilanjutkan dengan pertemuan yang membahas berbagai program strategis antara Kementerian Pariwisata-UNWTO. Arief Yahya yang dalam pertemuan itu didampingi oleh Deputi Pemasaran II Nia Niscaya menyampaikan paparan mengenai kebijakan bebas visa, Sustainable Tourism Observatories dan Conservatories, Go Digital, Story Telling on Tourism, dan homestay di mana secara umum perkembangan sejak tahun 2016 menunjukkan hasil yang baik.

Sustainable tourism dan digital tourism menjadi topik menarik yang dibahas. UNWTO mendukung sepenuhnya implementasi teknologi pada pengembangan pariwisata di Indonesia yang sejalan dengan visi UNWTO. “Sustainable Tourism Development di Indonesia juga sangat diapresiasi UNWTO melalui pengembangan 5 Sustainable Tourism Observatories (STO) yang terus mengalami perkembangan yang sangat baik. Diharapkan pertemuan ini semakin mempererat hubungan antara Indonesia dan UNWTO,” kata Arief Yahya.

Dalam kesempatan ini Arief Yahya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan UNWTO dan menanyakan kesempatan mengirimkan wakil dari STP Bali dan Bandung untuk jaringan “International Center” UNWTO.

UNWTO merupakan salah satu badan PBB yang menangani masalah pariwisata dunia yang markas besarnya berada di Madrid, Spanyol. Dibentuk pada tahun 1998, UNWTO kini telah menaungi 158 negara sebagai anggotanya.