BerandaNewsWellness Tourism Jadi Pilar Utama Pariwisata Indonesia, Bali Pimpin Pasar Global

Wellness Tourism Jadi Pilar Utama Pariwisata Indonesia, Bali Pimpin Pasar Global

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Industri wellness tourism di Bali terus menunjukkan kilaunya di dunia internasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya laporan bertajuk Global Retreat Report yang dirilis oleh marketplace retreat global, BookRetreats.com.

Berdasarkan laporan, Bali kini menguasai 11,8% dari total pemesanan retreat dunia atau melonjak signifikan dari angka 10,4% pada tahun 2019 sebelum pandemi. Data yang terangkum berdasarkan analisis pemesanan, harga, dan ulasan wisatawan di BookRetreats.com selama satu dekade terakhir ini. 

Saat Indonesia menutup perbatasannya akibat pandemi, pangsa Bali dalam pemesanan BookRetreats.com turun menjadi 2,4%. Selanjutnya di tahun 2021, Bali hanya mencatat 51 kunjungan wisatawan mancanegara langsung berdasarkan platform tersebut.

Usai melewati badai pandemi, pangsa Bali naik hampir lima kali lipat dari titik terendahnya tersebut dan berada di atas level 2019. Permintaan global juga ikut naik, khususnya dari pasar Amerika Serikat yang ingin melakukan retreat yoga di Bali.

Pencarian rata-rata bulanan warga AS untuk kata kunci “Bali yoga retreat” melonjak lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu 2021–2025. Pencarian ini menembus angka tertinggi sebanyak 10.700 sepanjang tahun 2025 dan menjadikan Bali sebagai destinasi retreat yoga paling banyak dicari di AS.

Dengan hasil tersebut, kini wellness menjadi salah satu pilar utama ekosistem pariwisata di Indonesia. Global Wellness Institute mengestimasi nilai ekonomi wellness di Indonesia telah mencapai US$56 miliar dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Komitmen pemerintah pun kian memperkuat fondasi ini. Kementerian Pariwisata telah menetapkan Bali dan Jakarta sebagai pionir pengembangan ekosistem wisata kebugaran nasional untuk periode 2026–2027. 

BACA JUGA:  Uniknya Nasi Goreng Kopi & Grilled Chicken with Barbeque Coffee Sauce Kreasi Sky View

Strategi ini ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menarik wisatawan yang tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak. Menurut laporan, wisatawan retreat sudah sesuai dengan profil yang ditetapkan karena retreat di Bali umumnya berlangsung selama seminggu.

“Di tengah situasi global yang tidak menentu dan berbagai tantangan geopolitik, pariwisata Indonesia tetap tangguh dan menunjukkan pertumbuhan yang positif. Salah satu sektor yang berkembang paling pesat adalah wellness tourism,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. 

Tak heran jika Bali mendapatkan gelar tersebut karena dinilai mampu mendukung wellness tourism dengan berbagai faktor yang dimilikinya. Bali memiliki unsur budaya, spiritualitas, serta keberlanjutan yang menjadi daya tarik unik dan bernilai tinggi bagi wisatawan global.

Ubud Menjadi Tujuan Favorit 

Secara pemetaan wilayah, Ubud mengukuhkan posisinya sebagai pusat retreat terbanyak di Bali dengan 213 listing. Mengandalkan atmosfer budaya, kedekatan dengan alam, serta lanskap spiritualnya, Ubud mematok tarif rata-rata paling premium yaitu US$245 per malam (sekitar Rp4,4 juta)—setara dengan Kawasan Sanur (US$246/malam).

Sebagai pembanding, kawasan pesisir seperti Canggu menawarkan tarif rata-rata US$167 dan Uluwatu US$150. Harga tersebut sepertiga lebih murah dari Ubud dengan paket liburan yang lebih lengkap, kombinasi yoga dan surf camp.

Tingginya harga yang dipatok Ubud dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya dari segi lokasi. Daerah Ubud dekat dengan tradisi penyembuhan yang dicari banyak wisatawan, studio yoga, kafe, hingga pura sebagai jantung budaya Bali. 

BACA JUGA:  DatascripMall.ID Hadirkan Promo 1st SaleVersary

Melihat konsistensi permintaan dan dukungan investasi infrastruktur kesehatan yang terus berkembang, BookRetreats.com memprediksi wellness akan menjadi salah satu bagian paling krusial dari ekonomi pariwisata Bali. Sean Kelly, salah satu pendiri BookRetreats.com menilai bahwa wellness telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Bali sehingga saat wisatawan berkunjung ke sana dapat langsung merasakan suasananya.

“Seiring makin banyak wisatawan mencari cara untuk beristirahat dan memulihkan diri, saya yakin Bali akan tetap menjadi tempat pertama yang terlintas di benak mereka. Data menunjukkan masa terbaik Bali untuk wisata wellness masih akan datang,” ucap Sean. 

Pasar Stabil Sepanjang Tahun

Menjadi salah satu keunikan yang dimiliki Bali adalah pasar retreat yang selalu stabil setiap tahunnya. Data menyebutkan, jumlah kedatangan retreat di Bali hampir tidak pernah berubah dari bulan ke bulan. 

Bahkan pada musim hujan (November–Maret), arus kedatangan wisatawan wellness ke Bali tetap konsisten. Pada bulan tersepi yaitu Juni, pasar ini masih menyumbang 7,3% kedatangan. Sementara,  puncak keramaian di bulan Juli dan Desember masing-masing berada di angka 9,2%.

Bagi para pengelola venue, resor, dan praktisi wellness, stabilitas permintaan ini menjamin kepastian okupansi dan lapangan kerja. Rata-rata paket retreat berdurasi seminggu yang mencakup akomodasi, makan, dan sesi yoga harian ditawarkan dengan harga median US$1.323 (sekitar Rp23,7 juta).

Wisatawan Australia merupakan kelompok tamu retreat terbesar di Bali dengan persentase 28,1%. Angka ini sejalan dengan pariwisata Bali secara umum, di mana Australia menjadi negara asal wisman terbesar pada 2025.

BACA JUGA:  Keliling TokyoGenicTravel Sepuasnya dengan Tokyo Subway Ticket

Urutan selanjutnya ditempati oleh wisatawan asal Amerika Serikat dengan perolehan 18,7%. Sedangkan, wisatawan lokal berada di urutan ketiga dengan 11%, di atas wisatawan Inggris (9,8%).

“Bali kini hampir identik dengan wisata wellness. Bali menarik tamu dari seluruh dunia, dan ketika perjalanan internasional dibuka kembali setelah pandemi, wisatawan langsung kembali,” kata Sean.

Evolusi Tren: Dari Sound Healing Hingga Ice Bath

Dalam perkembangannya, yoga, healing, dan spa masih menjadi tiga jenis retreat paling populer di Bali. Namun, kini, tren kebutuhan wisatawan tengah bergeser ke arah pemulihan mental dan emosional yang lebih mendalam seperti sound healing hingga ice bath.

Data BookRetreats.com, terjadi lonjakan data yang terjadi untuk retreat sound healing, retreat ice bath, dan retreat emotional. Pemesanan retreat sound healing naik lebih dari dua kali lipat pada 2025 (+127%), retreat ice bath naik 91%, dan retreat emotional tumbuh 37%. 

Banyak wisatawan datang dengan sesuatu yang ingin mereka pulihkan. BookRetreats.com bertanya kepada para tamu dalam ulasan mereka tentang apa yang sedang mereka hadapi sebelum memesan. 

Satu dari lima orang menyebutkan stres, kelelahan, atau burnout. Lainnya menyebut duka kehilangan, perceraian, sakit, atau berakhirnya pekerjaan. Oleh sebabnya, secara keseluruhan ada 36,7% wisatawan yang datang ke Bali untuk memulihkan diri dari masa sulit. 

Trik Industri Hotel Jakarta Dongkrak Pendapatan di Kuartal Tiga 2026 

Jakarta, Venuemagz.com - Pasar properti dan perhotelan Indonesia kini memasuki fase pemulihan yang kian...

Mangkuluhur ARTOTEL Suites Dorong Sustainable Fashion dan Pemberdayaan UMKM

Jakarta, Venuemagz.com – Mangkuluhur ARTOTEL Suites kembali berkolaborasi dengan desainer mode Indonesia, Didiet Maulana,...

Hub Strategis Jakarta: Mangkuluhur ARTOTEL Suites Satukan Bisnis, Seni, dan Kebugaran

Jakarta, Venuemagz.com — Seiring dengan evolusi industri perhotelan mewah yang kini melampaui kemewahan konvensional,...

Konser YE Live in Jakarta Perkuat Wisata Konser di Jakarta

Harga Tiket YE Live in Jakarta 2026 Mulai Rp1,875 Juta, Ini Kategori yang Sold...

Jumlah Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta Selama 2025

Bali, Venuemagz.com - Pariwisata Bali semakin menunjukkan eksistensinya di mata dunia. Hal ini terbukti...

Korea Selatan Kembangkan Wellness Tourism

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia mengajarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran tubuh agar...