Bali, Venuemagz.com – Pariwisata Bali semakin menunjukkan eksistensinya di mata dunia. Hal ini terbukti dengan banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali melalui jalur udara selama tahun 2025.
Berdasarkan laporan Angkasa Pura Bali dan Gubernur Bali I Wayan Koster, jumlah kunjungan wisman melalui jalur udara telah menembus lebih dari 7,05 juta kunjungan. Jumlah tersebut merupakan hasil proyeksi dari periode Januari hingga Desember 2025.
Hasil tersebut mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat melakukan kunjungan kerja ke Bali pada awal tahun 2026. Pasalnya, jumlah tersebut meningkat 11 persen jika dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 6,3 juta kunjungan.
“Ini merupakan rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali,” tambah Menteri Widiyanti.
Meski demikian, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke Bali selama tahun 2025 justru mengalami penurunan jika dibandingkan 2024 silam. Data mencatat, ada sekitar 9,28 juta pergerakan wisnus selama tahun 2025 atau turun sekitar 700 ribu kunjungan jika dibandingkan 2024.
Hal tersebut terjadi lantaran pada periode Natal dan Tahun Baru (nataru) kali ini, pergerakan wisnus semakin meluas ke berbagai destinasi Indonesia. Dengan begitu, membuka peluang bagi destinasi lainnya untuk meningkatkan pendapatannya dari sektor pariwisata. Selain itu, Menpar juga berharap agar target nasional 1,08 miliar perjalanan wisnus dapat tercapai.
“Perlu saya tekankan bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia. Semua daerah tujuan wisata akan menikmati manfaat ekonomi sesuai preferensi wisatawan. Kebahagiaan, keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kesan adalah hal terpenting yang harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Pencapaian tersebut selaras dengan jumlah pengunjung Icon Bali Mall yang mengalami peningkatan selama libur Nataru 2025. Berdasarkan data yang diterima, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan tersebut mencapai 40 ribu orang per hari selama Nataru.
Icon Bali Mall merupakan pusat perbelanjaan di kawasan Sanur yang memiliki akses langsung ke pantai. Mall ini juga memiliki pasar terapung indoor terbesar di Asia Tenggara yang menghadirkan produk UMKM lokal berupa kuliner dan kerajinan.
Tak hanya tinggi pengunjung, jumlah transaksi yang terjadi di Icon Bali Mall juga mengalami lonjakan. Hal ini didukung dengan adanya program “Bina Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia” yang diluncurkan Kemenpar bekerja sama dengan berbagai kementerian/lembaga. Program ini untuk mendorong daya beli masyarakat melalui beragam insentif di lebih dari 400 pusat perbelanjaan termasuk Icon Bali Mall.
“Selama dua pekan terakhir 2025, transaksi di Icon Bali Mall melampaui pencapaian penjualan rata-rata satu bulan pada hari biasa. Ini luar biasa dan menunjukkan kuatnya minat wisatawan berbelanja di Bali,” ucapnya lagi.






