Wonderful Indonesia Sales Mission 2018 digelar di Korea Selatan

Monday, 04 June 18 Harry Purnama
Gwanghwamun Gate Korea Selatan

Ajang Wonderful Indonesia Sales Mission di Korea 2018 digelar di dua kota besar, yakni Busan dan Seoul, yang diharapkan mampu menjaring lebih banyak wisatawan dari negeri ginseng. Selama ini Korea Selatan merupakan salah satu negara fokus pasar yang masih menyimpan potensi pergerakan wisatawan mancanegara yang besar untuk bisa dijaring lebih banyak ke Indonesia.

Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran II Kementerian Pariwisata, mengatakan, ajang Wonderful Indonesia Sales Mission di Korea 2018 digelar oleh Kementerian Pariwisata di Busan dan Seoul pada 4-5 Juni 2018. “Ini salah satu upaya kami untuk mengoptimalkan pasar Korea Selatan yang selama ini dianggap memiliki potensi yang besar sebagai kantong wisman ke Indonesia,” kata Nia.

Pada 2017 misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 378.769 wisman asal Korea Selatan berkunjung ke Tanah Air. “Untuk tahun ini target kunjungan wisman Korea ke Indonesia dinaikkan menjadi 430.000 orang,” kata Nia.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk terus mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat di negara itu. Kementerian Pariwisata melibatkan para pelaku industri pariwisata, di antaranya dari Bali, Manado, Jakarta, dan Kepulauan Riau sebagai destinasi wisata yang selama ini difavoritkan wisman Korsel.

Nia menambahkan, delegasi dalam sales mission akan berinteraksi dengan 50 buyers potensial asal Korea Selatan yang diundang dalam acara itu. Sales mission ini juga mengundang maskapai Garuda Indonesia untuk turut berpartisipasi.

“Sementara delegasi Indonesia dalam sales mission akan dipimpin oleh Kepala Bidang Area II, Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional II untuk Korea Selatan Ika Kusuma Permana Sari,” ujar Nia.

Acara tersebut serangkaian back to back dengan Hanatour International Travel Show yang diadakan pada 7-10 Juni 2018 di Seoul sehingga diharapkan menjadi momentum yang baik untuk semakin mempromosikan pariwisata Indonesia kepada publik yang lebih luas di negara itu.