Wonderful Indonesia Tourism Entrepreneurship untuk Menarik Jumlah Wisatawan

Monday, 11 December 17 Harry Purnama
Wonderful Indonesia Tourism Entrepreneurship

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung meluncurkan program Wonderful Indonesia Tourism Entrepreneurship (WITE) sebagai bentuk pengembangan industri pariwisata nasional. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Wonderful Indonesia Tourism Entrepreneurship diharapkan dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha baru di bidang pariwisata.

“Bertambahnya pelaku industri pariwisata akan menarik jumlah wisatawan,” ujar Arief Yahya.

Arief mengatakan, lahirnya pengusaha-pengusaha baru di bidang pariwisata diharapkan mampu menggerakkan industri pariwisata. “Industri pariwisata tersebut mencakup destinasi pariwisata, perjalanan, perhotelan, kuliner, dan sebagainya,” ujar Arief.

Priyantono Rudito, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis, Branding, dan Penanggung Jawab Pasar Australia, mengatakan, program ini ditujukan untuk membentuk para mahasiswa, terutama di enam Perguruan Tinggi Pariwisata (PTP) di bawah Kementerian Pariwisata, menjadi pengusaha dan membentuk lapangan kerja di sektor pariwisata.

“Harapannya, dalam jangka panjang bisa mengembangkan ekosistem industri pariwisata Indonesia,” ujar Priyantono.

Keenam PTP yang akan terlibat adalah STP Bandung, STP Bali, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang, Poltekpar Lombok, dan Akademi Pariwisata Medan. Dalam kerja sama ini, School of Business and Management Institut Teknologi Bandung terlibat dalam pengembangan kurikulum enam PTP dengan mengintegrasikan program entrepreneurship development SBM ITB dan kurikulum PTP. Kerja sama itu juga mencakup penyiapan kurikulum kewirausahaan, inkubator bisnis, serta keterkaitan antara PTP dan desa wisata.

“Kekuatannya ada di teori dan praktik bidang pariwisata, seperti tata boga, manajemen travel, perhotelan, dan sebagainya,” ujar Priyantono.

Kerja sama dengan SBM ITB ini akan berlangsung selama tiga tahun, di mana pada tahun pertama SBM ITB dominan 70 persen dalam pengembangan dan implementasi berbagai inisiatif, tahun kedua berimbang antara SBM ITB dan PTP, serta tahun ketiga PTP akan menjadi lebih dominan. “Dengan begitu, pada tahun depan, keenam PTP dapat menerapkan kurikulum kewirausahaan yang sudah disusun pada tahun 2017,” ujar Priyantono.

Selain itu, program inkubator bisnis dibangun untuk menunjang bisnis mahasiswa. Pada akhir tahun, hasil bisnis mahasiswa akan dikompetisikan dan dipamerkan. “Kewirausahaan bukan sekadar pelengkap, tapi menjadi mata kuliah utama di enam PTP,” kata Priyantono.

“Program Wonderful Indonesia Tourism Entrepreneurship menargetkan minimal 10 persen alumni PTP menjadi entrepreneur yang terkait bidang pariwisata,” kata Arief.