Yayasan JHL Merah Putih Kasih (YMPK) berkomitmen akan menjalankan program unggulannya yaitu mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan selama lima tahun ke depan. Dalam hal ini, YMPK, mulai menggandeng sejumlah pihak seperti restoran, hotel, dan jaringan supermarket besar untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut.
Kerja sama dilakukan dengan membuat Nota Kesepahaman (MoU) antara YMPK dan pihak-pihak terkait di dalamnya. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan komitmen swasembada dan kemandirian pangan yang kerap kali disampaikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.
MoU telah ditandatangani oleh YMPK bersama pimpinan dari jaringan supermarket Grand Lucky, Angke Jaya Resto, Seven Kingdoms Resto – Pluit, Babah Ramu Dine & Bar, Arooma Asian Bistro, Al Gusto Restoran, Mangan Restoran, Royal 8 Chinese Dining, Roemah Koffie. Sejumlah hotel juga telah melakukan tanda tangan MoU seperti JHL Solitaire Gading Serpong Hotel, Episode Gading Serpong Hotel, Herloom Serviced Residence BSD, JSI Resort.
Tanda tangan MoU juga dilakukan YMPK bersama JHL Collection dan klub sepak bola Dewa United yang dapurnya secara konsisten menyiapkan masakan untuk 300 orang. Penandatangan MoU dilakukan di kebun sayur yang dikelola YMPK bersama para petani di Pakancilan, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 21 September 2024.
Kerja sama ini mengharuskan para pengelola restoran, supermarket, hotel, dan klub sepak bola untuk membeli sayuran segar dari hasil produk petani Megamendung. Hal ini dilakukan agar sayuran segar yang dihasilkan para petani lokal dapat lebih mudah terserap dan tersalurkan.
“Saya melihat kerja sama dengan para tenant ini sangat diperlukan. Dengan begitu, simbiosis mutualisme antara penyedia dan pembeli sayuran pascapanen dapat terjamin,” ujar Ketua Dewan Pembina YMPK, Jerry Hermawan Lo.
Penanaman sayuran oleh petani dilakukan di lahan seluas 6 hektar yang dimiliki yayasan di Megamendung. Program ini sudah berjalan dengan baik dengan menanam sayuran yang sederhana seperti caisim, kailan, tomat, dan terong.
“Ternyata hasilnya lumayan baik karena selain memasok ke restoran, hotel, dan supermarket yang melakukan MoU, banyak juga teman dermawan yang ikut meikmati panen kebun kami,” ungkap Jerry.
Selain kerja sama dalam jual beli sayuran segar, YMPK dan para pengusaha terkait juga sepakat untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Seluruh hasil penjualan sayuran tersebut, sepenuhnya digunakan untuk membiayai program pendidikan. Dalam hal ini adalah mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan melalui beragam bentuk kegiatan.
Oleh sebabnya, pihak YMPK memberikan keleluasaan para tenant untuk menentukan sendiri harga pembelian sayuran segar yang diproduksi para petani. Tentunya dengan harapan harga yang ditetapkan para tenant seirama dengan komitmen YMPK dalam mendukung kesuksesan program mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan selama lima tahun.
“Bersyukur, sudah banyak pengusaha yang menghubungi saya tertarik untuk ikut serta dalam program mencetak 1.000 sarjana pertanian. Bahkan, beberapa dari mereka ingin lahannya dikelola untuk bisa mendukung program ini,” ucapnya.




