Malaysia berhasil mendapatkan 123 kegiatan MICE internasional antara tahun 2022 hingga 2030, yang diproyeksikan dihadiri 177.000 delegasi dan menghasilkan RM1,4 miliar. Selain itu, Johor juga akan menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum 2025. Dengan dampak ekonomi yang begitu besar, Malaysia mulai menargetkan untuk fokus ke industri MICE.
Nikie Mok, General Manager Putrajaya Marriott Hotel, berbagi cerita mengenai transformasi sektor MICE di Malaysia, serta apa yang sedang dilakukan Malaysia untuk bersaing di regional Asia Tenggara. Berikut wawancara lengkapnya.

1. Kenapa Malaysia mulai fokus ke industri MICE? Apa yang melatarbelakanginya?
Malaysia sejak lama telah melihat potensi industri MICE. Namun, beberapa tahun belakangan, sektor ini tumbuh pesat sebagai penggerak ekonomi utama. Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas bisnis di regional, bertumbuhnya kegiatan korporasi, dan infrastruktur pendukung yang membaik.
Selain itu, persepsi terhadap sektor MICE juga berubah, bukan lagi sekadar kegiatan pertemuan formal. Saat ini, event organizer mencari venue yang unik, fleksibel, dan menarik secara visual. Sektor korporat juga kini lebih senang mencari venue yang hibrid dan menerapkan prinsip berkelanjutan.
Putrajaya Marriott Hotel merespons perubahan tren tersebut dengan mengintegrasikan berbagai elemen, seperti Meeting Impact Reports (MIR), opsi carbon offset, dan aktivitas tambahan seperti yoga dan team building di dalam paket meeting yang ditawarkan.
Kesuksesan Malaysia dalam memenangkan 123 event MICE besar antara tahun 2022-2030, yang diperkirakan mendatangkan 177.000 delegasi dengan pengeluaran RM1,4 miliar, mencerminkan potensi besar dari sektor MICE.

2. Mengapa lebih memilih untuk fokus ke industri MICE daripada pasar leisure mengingat Malaysia memiliki banyak destinasi wisata?
Industri MICE sangat menjanjikan karena dampak ekonominya yang besar. Wisatawan bisnis biasanya menghabiskan waktu 3-5 kali lebih lama dibandingkan turis biasa, dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi sektor perhotelan, acara, transportasi, dan UMKM lokal. Tak seperti wisatawan biasa yang hanya datang pada musim-musim tertentu, kegiatan MICE menghadirkan wisatawan yang stabil sepanjang tahun sehingga memastikan stabilitas jangka panjang bagi sektor perhotelan.
Selain itu, mayoritas turis bisnis juga memperpanjang masa tinggalnya untuk berlibur, atau juga dikenal dengan istilah bleisure. Putrajaya Marriott berusaha memenuhi kebutuhan turis bleisure dengan tidak hanya menyediakan fasilitas MICE, tapi juga fasilitas hiburan, seperti lapangan golf Palm Garden Golf Club atau berbelanja di IOI City Mall.
Kemudian, sektor MICE juga mendukung target nasional untuk menjadikan Malaysia sebagai hub bisnis strategis. Dengan memprioritaskan MICE, Malaysia tidak hanya memperkuat posisinya di pasar korporat, tapi juga menghadirkan ekonomi yang stabil dan bervariasi di sektor pariwisata.
3. Apa yang membuat Malaysia percaya diri dapat bersaing dengan Thailand dan Singapura dalam menarik pasar MICE global?
Didukung oleh akses yang mudah, infrastruktur bisnis dan wisata yang terintegrasi, serta harga yang bersaing, Malaysia yakin bisa berkompetisi di sektor MICE dengan negara lainnya. Dibandingkan Thailand dan Singapura, Malaysia menawarkan venue berstandar tinggi dan layanan dengan harga terjangkau sehingga organizer dapat memaksimalkan bujetnya untuk mengakses infrastruktur kelas dunia.
Salah satu keunggulan Malaysia adalah memiliki destinasi liburan dan juga fasilitas MICE di satu tempat sehingga para tamu bisa mengadakan kegiatan bisnis sekaligus berlibur. IOI Resort City dan Putrajaya Marriott Hotel merupakan salah satu contoh keunggulan kompetitif Malaysia dengan menyediakan fasilitas premium dengan harga yang atraktif dibanding negara tetangganya.
Selain itu, Putrajaya Marriott Hotel memiliki Marriott Putrajaya International Convention Centre yang unik, di mana properti ini menggabungkan kegiatan bisnis dengan aktivitas team building, pengalaman budaya, dan solusi ramah lingkungan.
4. Strategi apa yang akan dijalankan untuk dapat bersaing dengan Singapura dan Thailand untuk menjadikan Malaysia sebagai destinasi MICE dunia?
Alih-alih bersaing langsung dengan Singapura sebagai pusat finansial dan Thailand sebagai destinasi pariwisata, Malaysia membedakan dirinya dengan menawarkan customization, aksesibilitas, dan fasilitas bleisure yang terintegrasi.
Kunci pentingnya adalah fleksibilitas. Putrajaya Marriott Hotel memungkinkan para penyelenggara acara untuk mendesain aktivitas team building bersamaan dengan program wellness dan kegiatan ramah lingkungan lainnya. Kemampuan beradaptasi ini membuat Malaysia pilihan menarik untuk kegiatan MICE di masa depan.
Investasi di bidang konektivitas dan infrastruktur juga salah satu keunggulan Malaysia. Dengan adanya konektivitas Singapore-IOI Resort City Express Line menjadikan Malaysia memiliki daya tarik lebih untuk kegiatan korporat global maupun regional. Lokasi IOI Resort City yang jauh dari pusat kota juga menawarkan suasana yang baik untuk retreat atau summit korporat.
Selain itu, Putrajaya Marriott juga menjalankan praktik berkelanjutan melalui program Connect Responsibly, laporan MIR (Meeting Impact Report), dan carbon offset sehingga venue ini bisa menjadi pilihan menarik bagi korporat yang mengedepankan prinsip ESG.
5. Sejauh mana peran Putrajaya Marriott Hotel untuk menjadikan Malaysia sebagai destinasi MICE internasional?
Putrajaya Marriott Hotel menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi MICE dunia dengan menawarkan konektivitas yang mudah, fasilitas MICE kelas dunia, dan pengalaman dipersonalisasi untuk segala jenis acara.

Salah satu keunggulan utama Putrajaya Marriott Hotel adalah lokasinya yang strategis di dalam kawasan IOI Resort City sehingga memudahkan akses ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Putrajaya Sentral, dan akses kereta cepat IOI Resort City Express Line ke Singapura. Hal tersebut tentunya akan memudahkan para delegasi internasional untuk datang ke Malaysia.
Marriott Putrajaya International Convention Centre (MPICC) juga memperkuat Putrajaya Marriott Hotel untuk memikat delegasi MICE internasional. Hotel ini juga memiliki lebih dari 20 ruang pertemuan fleksibel dan fasilitas teknologi meeting hibrid, termasuk layar LED 3D di MPICC yang tidak hanya menambah kesan modernitas, tapi juga lebih ramah lingkungan.
Putrajaya Marriott hotel juga memiliki 487 kamar dengan interior modern, teknologi terbaru, dan amenities premium yang dapat mengakomodir kebutuhan wisatawan bisnis maupun leisure. Selain itu, IOI Resort City juga memiliki akses luas ke beberapa akomodasi lainnya untuk dapat menerima lebih banyak lagi delegasi internasional.





