Ini Cara Membuat Festival Musik yang Baik

Thursday, 04 April 19 Bonita Ningsih
Java Jazz Festival 2018
Sting memeriahkan perhelatan Java Jazz Festival 2016. Foto: Venuemagz/Erwin

Keberadaan festival musik memang sedang tren di tengah masyarakat Indonesia. Bagi pencinta musik Tanah Air, baik kalangan tua maupun muda, sangat menantikan kehadiran festival musik.

Kendati sudah banyak yang sukses menyelenggarakan festival musik di Indonesia, ternyata ada proses yang panjang di dalamnya. Bukan hanya mempersiapkan musisi yang akan mengisi acara, penyelenggara festival musik juga harus memikirkan konsep bagus agar dapat menarik perhatian masyarakat.

Salah satu penyelenggara festival musik terkenal di Indonesia, yakni Java Festival Production, akan memberikan beberapa tips membuat festival musik yang baik. Dewi Gontha, Presiden Direktur PT Java Festival Production, mengungkapkan bahwa dibutuhkan proses yang panjang untuk menghasilkan festival musik berkualitas. Bahkan, dirinya membutuhkan waktu enam bulan untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

“Tapi intinya itu kita harus melakukan produksi yang baik dan benar. Kita buat standar yang benar agar hasilnya memuaskan,” katanya.

Pemilihan line-up musisi yang benar juga dibutuhkan dalam hal ini. Cari musisi yang memiliki lagu enak didengar dan juga memiliki penggemar dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

“Tidak dimungkiri, kita membuat festival musik pasti ingin untung. Untuk bisnis, kita membutuhkan musisi yang penggemarnya sudah banyak,” ujar Dewi.

Selain itu, membuat program menarik sebelum acara puncak digelar juga menjadi salah satu kunci sukses sebuah festival musik. Program itu nantinya akan dibawa untuk mempromosikan festival musik melalui tur ke berbagai kota di Indonesia.

“Jadi, kita sebut sebagai pra-event. Kita butuh program-program menarik, misalnya dengan memberikan tiket gratis melalui games yang kita buat. Selain itu, kita juga bisa mengajak artis-artis pengisi acara untuk ikut tur di berbagai daerah,” ujar Dewi.

Hal penting lainnya ialah selektif dalam memilih sponsor dan media partner. Menurutnya, semua itu harus disesuaikan dengan acara yang akan dibuat dan satu sama lain harus mendapatkan keuntungannya.

“Jadi, memang harus dicari yang sesuai. Belum tentu brand yang mau mensponsori ini cocok dengan acaranya. Jadi, satu sama lain harus memilih agar tahu baik-buruknya, dan semua itu juga ada prosesnya,” ucapnya.

Segi keamanan juga penting diperhatikan dalam membuat festival musik. Selain itu, pihak penyelenggara festival musik disarankan agak tidak perlu takut membuat acara di luar ruangan. Menurutnya, ini menjadi tantangan tersendiri untuk melihat antusias masyarakat terhadap acara yang akan diselenggarakan.

“Jadi, kalaupun hujan, tidak perlu takut karena acaranya outdoor. Waktu itu saya punya pengalaman buat event musik di outdoor dan hujan, tapi masih banyak penonton yang datang. Mereka asyik-asyik saja menikmati musiknya,” ujar Dewi.

Bahkan, tidak ada ritual khusus untuk menangkal hujan saat festival musik berlangsung. Menurutnya, jika acara dan musik yang disajikan memiliki kualitas yang baik, para penonton yang hadir juga enjoy menikmatinya dengan cuaca apa pun.

“Tidak perlu ada ritual-ritual seperti itu. Kalau Tuhan sudah berkehendak, ya kita bisa apa? Festival-festival musik di luar negeri juga sama saja. Kalau hujan, ya hujan saja, tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” tuturnya.