Tips Memilih Vendor Pernikahan yang Baik

Thursday, 15 August 19 Bonita Ningsih
Dyandra Convention Centre Dyandra Convention Centre

Pernikahan merupakan sebuah momen sakral bagi setiap orang. Diperlukan persiapan yang matang agar resepsi pernikahan dapat berjalan dengan lancar. Selain bantuan dari kerabat dekat, dukungan dari vendor pernikahan juga dapat menyukseskan acara resepsi pernikahan.

Pemilihan vendor pernikahan juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Setiap calon pengantin harus memastikan bahwa vendor yang dipilih merupakan yang terbaik sehingga dapat menghadirkan acara resepsi pernikahan yang diimpikan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menemukan vendor pernikahan terbaik. Peter Chandra Gunawan, CEO Ohana Enterprise yang merupakan perusahaan jasa pernikahan, membagikan beberapa tips dalam memilih vendor pernikahan.

  • Rekam Jejak

Sebelum menentukan vendor pernikahan, ada baiknya calon pengantin melihat rekam jejak vendor tersebut. Perbanyak informasi dari orang sekitar dan internet untuk lebih mengetahui tentang reputasi dari vendor yang akan dipilih.

“Kita lihat portofolionya. Jangan sampai yang dia jual itu foto-foto wedding punya orang lain. Jadi, kita harus make sure sendiri apakah itu benar-benar foto milik mereka atau bukan,” ungkap Peter.

  • Aktif di Media Sosial

Di zaman serba digital ini, setiap vendor pasti sudah memiliki media sosialnya sendiri. Coba cari tahu media sosial si vendor sebelum Anda memilih untuk menggunakan jasanya. Cara ini menjadi paling ampuh karena melalui media sosial segala sesuatu yang terlihat baik atau buruk dapat dengan cepat tersebar.

“Apalagi sekarang banyak sekali komentar-komentar para netizen di media sosial. Jadi, kalau vendor itu bagus pasti komen-komennya juga baik. Begitu juga sebaliknya. Makanya, media sosial ini sangat berpengaruh dalam mencari sebuah informasi,” katanya lagi.

  • Berbadan hukum

Dalam memilih vendor pernikahan, Peter menyarankan untuk mencari yang sudah berbadan hukum. Pastikan vendor tersebut memiliki SIUP agar dapat mempertanggungjawabkan segala tugas yang diberikan.

Vendor yang baik itu harus berbentuk perusahaan. Jadi, kalau mau transfer uang masuknya langsung ke PT. Itu yang membuat si pengantin lebih percaya,” ungkapnya.

  • Pemain Lama

Pemilihan vendor juga harus dilihat dari seberapa lamanya mereka berkecimpung di industri pernikahan. Peter menyarankan untuk memilih vendor yang sudah berusia minimal 20 tahun. Menurutnya, dengan umur yang sudah banyak, dapat dipastikan bahwa vendor tersebut berpengalaman dan memiliki jam terbang yang tinggi.

“Paling penting itu memilih vendor katering yang umurnya minimal 20 tahun. Mereka sudah pasti menguasai bidangnya di dunia kuliner sehingga tidak perlu diragukan lagi cita rasanya,” imbuhnya.

“Walaupun vendor katering baru juga banyak yang enak rasanya, tapi kalau mereka disuruh menangani acara besar pasti rasanya berantakan. Karena memasak untuk 100 makanan dan 1.000 makanan itu berbeda. Makanya diperlukan vendor yang berpengalaman,” dia menambahkan.

Selain katering, vendor baju pernikahan juga harus diperhatikan. Menurut Peter, jika baju pernikahan tidak nyaman digunakan akan berakibat fatal saat prosesi pernikahan. Oleh karenanya, cari vendor yang sudah puluhan tahun berkecimpung di bidangnya.

“Misal beli jas pengantin, kalau tidak berpengalaman takutnya ada salah-salah pas fitting. Apalagi, jas ini ‘kan bukan beli di mal, jadi harus jahit sendiri. Makanya perlu dicocokkan ke badan pengantinnya. Kalau misal dari awal sudah salah jahitannya, tidak akan baik seterusnya,” ungkap Peter.