Hoteliers Harus Siap Menghadapi Era Disrupsi

Tuesday, 06 August 19 Bayu Hari
IHGMA

TTen Asia dan IHGMA DKI menggelar National Workshop bertajuk ‘A New Era of Rooms Management’ yang berlangsung pada 3 Agustus 2019 di Hotel Borobudur Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas hoteliers guna menghadapi era disrupsi saat ini.

Hoteliers itu perlu vitamin. Acara-acara seperti ini akan saling meningkatkan wawasan dan  pengetahuan. Ini sesuai dengan road map pemerintah yang sedang fokus menggembangkan sumber daya manusia,” kata Angkoso Soekadari, founder Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA).  

Menurut Wita Junifah, Ketua IHGMA DKI Jakarta, pemilihan topik ini berkaitan dengan kemajuan zaman yang memasuki era perubahan, di mana industri pariwisata dan perhotelan saat ini sedang dihadapkan pada kondisi perilaku konsumen. “Acara ini bertujuan untuk bagaimana menyikapi perubahan tersebut agar sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembicara, Eduard R Pangkarego, COO Artotel Group menjelaskan bahwa industri perhotelan saat ini dikontrol oleh teknologi sehingga para hoteliers tak boleh gagap teknologi. “Era sekarang, kita sulit memprediksi apa yang akan terjadi. Terpenting dan yang paling mudah ialah kita menciptakan sendiri masa depan kita,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini bisnis perhotelan bukan sekadar bisnis akomodasi saja. Banyak perusahaan berkapital besar yang terjun di ceruk bisnis ini. “Ini era baru, era yang tidak bisa diprediksi. Tadinya kita bersaing dengan sesama operator hotel, sekarang lawan kita bukan operator saja,” katanya.  “Tapi justru datang dari Red Doorz, Oyo atau pun Airbnb. Mereka bisa menjual ratusan ribu kamar tanpa memiliki satu properti pun.”

Diikuti sekitar 100 general manager dari berbagai properti hotel, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua PHRI Haryadi Sukamdani dan Asst. Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Wisnu Bawa Tarunajaya.