Pengembangan Danau Toba Harus Terintegrasi

Tuesday, 30 July 19 Bayu Hari

Menindaklanjuti hasil rapat terbatas pada 15 Juli 2019 terkait pengembangan wisata di Danau Toba. Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Sumut dan tiba di Bandara Silangit, Siborong-borong, Senin (29/7/2019).

Melalui kunjungan kerjanya, Kepala Negara meninjau kesiapan infrastruktur dan destinasi wisata di sekitar Kawasan Danau Toba, mulai dari Geosite Sipinsur yang terletak di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) serta meninjau aksesibilitas di Pelabuhan Penyeberangan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara.

Saat di Geosite Sipinsur, Presiden menginginkan Danau Toba menjadi sebuah tempat yang wajib untuk dikunjungi bagi wisatawan yang pengembangan infrastrukturnya dengan investasi yang besar.

“Ini membutuhkan investasi besar dan membutuhkan anggaran dari APBN juga besar. Sehingga kombinasi antara Investasi dan APBN itulah yang bisa mengintegrasikan sehingga Danau Toba menjadi destinasi berkelas,” kata Presiden Joko Widodo.

Kepala Negara juga menyampaikan saat ini sudah terdata di sekitar Danau Toba memiliki 28 destinasi wisata yang terbagi menjadi 4 cluster dengan konsep berbeda, mulai dari sejarah, budaya, alam, dan masih banyak lagi.

“Kita akan bekerja mulai tahun 2019 dan Insya Allah selesai pada 2020,” katanya.

Terkait isu lingkungan di sekitar Danau Toba, Presiden pun berjanji akan membenahi sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya. Tidak hanya infrastruktur, destinasi wisata, SDM, tapi juga lingkungan.

Terkait aksesibilitas, Presiden mengatakan saat ini jalan keliling Samosir tersisa 21 kilometer yang belum terselesaikan dan nantinya akan terus tersambung.

“Kita bekerja dengan rancangan yang besar sehingga dalam pelaksanaan bisa diimplementasikan dengan baik,” kata Presiden.