BerandaDestinationEnam Desa Wisata Peninggalan Megalitikum yang Dapat Dikunjungi Wisatawan

Enam Desa Wisata Peninggalan Megalitikum yang Dapat Dikunjungi Wisatawan

Published on

spot_img

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menjadikan desa wisata sebagai salah satu destinasi yang memegang peranan penting dalam kebangkitan sektor parekraf Indonesia pasca pandemi. Kehadiran desa wisata dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi para pelaku industri kreatif lokal.

Desa wisata yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia beragam daya tarik di dalamnya seperti alam, seni budaya, hingga edukasi. Namun, ada juga desa wisata yang menonjolkan unsur sejarah di dalamnya seperti memiliki situs peninggalan kuno di dalamnya.

Salah satu peninggalan kuno yang banyak ditemui di desa wisata adalah peninggalan zaman megalitikum, yakni berupa batu-batu besar. Wisatawan yang ingin merasakan pengalaman baru saat berwisata, dapat mencoba mengunjungi desa wisata tersebut.

Berikut ini, enam desa wisata dengan situs peninggalan megalitikum yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia:

1. Kampung Adat Bena Bajawa (Flores)

Desa wisata peninggalan megalitikum ini memiliki suasana asri dan eksotis. Desa ini juga mempertahankan konsep tata wilayah khas megalitikum dengan membangun rumah mengikuti kontur tanah. Dengan struktur rumah seperti itu, desa wisata ini akan terlihat seperti berundak dari kejauhan.

Masyarakat setempat juga mempercayai bahwa Kampung Adat Bena telah ada sejak 1.200 tahun silam yang lalu. Buktinya ada pada peninggalan megalitikum berupa batu besar berbentuk lonjong yang dinamakan Watu Lewa. Selain itu, ada juga batu berbentuk meja yang dinamakan Nabe. Kedua batu ini biasanya digunakan dalam ritual adat masyarakat Bajawa.

BACA JUGA:  Kulineran Banyak Negara di Hampton Square Gading Serpong

2. Desa Kamal (Jember)

Berada di Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur, desa wisata ini memiliki beragam jenis batu peninggalan megalitikum yang tersebar di berbagai tempat. Batu-batu tersebut tersebar di area persawahan, rumah warga, hingga halaman kantor desa.

Peninggalan megalitikum di Desa Kamal berupa batu kenong, tugu batu, hingga menhir. Terdapat 59 batu kenong yang telah ditemukan dan menjadi batu paling unik di Desa Kamal. Sebutan batu kenong muncul karena terdapat tonjolan di bagian atas batu yang sekilas menyerupai kenong (alat musik gamelan).

Masing-masing batu kenong memiliki satu hingga dua tonjolan di setiap sisinya. Jumlah tonjolan pada batu kenong punya makna tersendiri pada zaman megalitikum. Batu dengan satu tonjolan melambangkan lokasi penguburan, sedangkan batu dengan dua tonjolan digunakan sebagai alas bangunan rumah.

3. Kampung Praiyawang (Sumba)

Desa wisata ini terletak di Kampung Praiyawang yang berada di Desa Rindi, Kecamatan Rindi, Sumba Timur. Kampung Praiyawang letaknya sekitar 69 km ke sebelah timur Kota Waingapu.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Akan Hadirkan Wisata MICE di Ujung Kulon

Selain melihat peninggalan megalitikum, wisatawan yang datang ke sini juga dapat menemukan suasana desa yang kental dengan adat istiadat perkampungan Sumba. Kesan kuno nan magis di Kampung Praiyawang terlihat dari arsitektur rumahnya dan barisan kuburan tua megalitikum untuk kalangan bangsawan. Pada kuburan batu tersebut terdapat pahatan-pahatan yang menjadi simbol filosofi dari si pemilik makam.

4. Kampung Siallagan (Samosir)

Dalam bahasa Batak, wilayah ini disebut dengan Huta Siallagan, yang berarti Kampung Siallagan. Terletak di salah satu lokasi Destinasi Super Prioritas, Huta Siallagan, yang konon telah ada sejak ratusan tahun silam.

Kampung Siallagan memiliki luas sekitar 2.400 meter persegi dan dikelilingi tembok batu yang membentuk pagar setinggi 1,5-2 meter. Berdasarkan cerita turun-temurun, fungsi batu-batu tersebut untuk melindungi desa dari binatang liar dan serangan suku lainnya.

Selain pagar batu, peninggalan megalitikum yang ada di Huta Siallagan berupa batu berbentuk kursi dan meja yang dulunya digunakan sebagai tempat menghukum para pelanggar adat.

BACA JUGA:  Menangkap Jelitanya Danau Toba dari Huta Ginjang

5. Desa Bawomataluo (Nias)

Desa wisata yang juga menyandang status sebagai desa budaya warisan dunia UNESCO ini memiliki peninggalan megalitikum yang ikonik. Peninggalan megalitikum di Desa Bawomataluo disatukan dalam Situs Tetegewo.

Situs ini menyimpan berbagai batu peninggalan megalitikum mulai dari berbentuk meja persegi, tugu, hingga meja bundar. Pada umumnya, batu-batu di Situs Tetegewo digunakan sebagai tempat pesta. Peninggalan megalitikum di Desa Bawomataluo diperkirakan telah ada sejak 5.000 tahun silam.

6. Desa Patemon (Situbondo)

Situbondo juga memiliki desa wisata megalitikum bernama Desa Patemon. Di desa ini diselidiki memiliki kurang lebih 26 peti jenazah dari batu atau sarkofagus. Selain itu juga ditemukan sisa perburuan liar pada zaman megalitikum yang terletak di dekat sarkofagus.

Uniknya lagi, tim peneliti juga menemukan berbagai bekal kubur berupa manik-manik, fragmen gerabah, serta fragmen alat pertukangan. Alat-alat tersebut diperkirakan sudah ada sejak zaman megalitikum di Desa Patemon, Situbondo.

Seluruh desa wisata tersebut sudah dapat dikunjungi para wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tak hanya untuk berlibur, datang ke desa wisata tersebut juga dapat menambah wawasan sejarah Indonesia di masa lampau.

Industri Event dan Desa Wisata Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Jakarta, Venuemagz.com - Pemerataan ekonomi nasional kini tak hanya bertumpu pada pusat-pusat kota besar....

Rekor! Pariwisata Indonesia Tumbuh Tercepat Kedua di Asia Tenggara

Jakarta, Venuemagz.com - Industri pariwisata Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dan berdampak terhadap perekonomian nasional....

Temukan Produk Jepang Populer di JAPAN’S FOOD EXPORT FAIR Winter 2026

Tokyo, Jepang, Venuemagz.com - Para buyer internasional yang sedang mencari produk Jepang untuk pasar...

Cara Unik Wyndham Garden Yogyakarta Manjakan Wisatawan Lewat Seni Hijau 

Yogyakarta, Venuemagz.com - Yogyakarta tak pernah kehabisan cara untuk memanjakan para pelancong. Selain sejarah...

Lab Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 921 Inovasi untuk Perkuat Ekosistem Nasional

Tangerang, Venuemagz.com - PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran Lab Indonesia pada 15-17 April...

Inilah Dampak Ekonomi dari Pelaksanaan ASEAN Summit di Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan survei terkait turunan ekonomi dari perhelatan ASEAN Summit...

Hong Kong Hapus Aturan Karantina Hotel

Pada 26 September 2022 lalu, Hong Kong telah menerapkan pengaturan baru bagi para pendatang...