Menangkap Keindahan Alam Tanah Jawa dari Bukit Ngisis

Wednesday, 07 November 18   12 Views   0 Comments   Venue
Bukit Ngisis

Bukit Ngisis, obyek wisata instagramable di perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, ini menawarkan eloknya panorama pegunungan dan perbukitan berbalut rimbun pepohonan. Bukit ini terkenal semenjak banyak wisatawan mem-posting keindahannya di Instagram.

Perbukitan Menoreh tak pernah kehilangan pesona. Dulu, perbukitan ini menjadi salah satu basis perlawanan Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa (1825-1830). Desa Ngelinggo boleh dikata sebagai manifestasi keriangan tradisional yang tetap menjaga jarak dari modernisasi. Kini, daerah tersebut telah menjadi desa wisata, tempat yang menawarkan beragam aktivitas wisata. Tidak saja mengenai sejarah dan budaya, tapi juga soal eloknya panorama alam tanah Jawa.

Menangkap peluang maraknya destinasi wisata yang menawarkan spot foto instagramable, desa ini pun berbenah menjadi bagian dari tren pariwisata saat ini. Perkebunan teh menjadi salah satu kawasan yang ditawarkan. Menurut Melkey, penggiat pariwisata di Desa Ngelinggo, perkebunan teh di Ngelinggo awalnya hanya perkebunan tradisional milik warga. “Pesona alam yang mengelilingi perkebunan teh, lambat laun menumbuhkan inisiatif masyarakat desa untuk mengembangkan pariwisata,” terangnya.

Salah satu lokasi yang paling diminati adalah Bukit Ngisis, tempat yang cocok untuk berswafoto. Dari bukit ini, sejauh mata memandang, terlihat jelas lekuk perbukitan berselimut rimbun pepohonan. Pada saat cuaca cerah, di kejauhan tampak kawasan wisata Candi Borobudur. Dari bukit ini juga dapat disaksikan beberapa gunung, yakni Gunung Sumbing, Merbabu, dan Merapi.

Bukit Ngisis

Di bukit ini ada beberapa spot yang disediakan pengelola. Namun, yang paling terkenal dan banyak diunggah di media sosial adalah spot foto di atas gardu pandang yang terbuat dari anyaman bambu. Untuk menikmati keindahan yang ditawarkan dari bukit ini, wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup membayar tiket masuk seharga Rp5.000. Pengunjung yang membawa motor dikenakan biaya parkir Rp2.000 dan untuk mobil Rp5.000.

Obyek wisata ini terletak di Desa Ngelinggo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Dari pusat kota Yogyakarta (kawasan Malioboro), obyek wisata ini berjarak sekitar 40 kilometer. Untuk mencapai kawasan ini bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua, dengan lama perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta sekitar satu setengah jam. “Sebelum menuju obyek wisata Bukit Ngisis, sebaiknya melakukan pengecekan kendaraan karena jalan menuju obyek wisata cukup berliku dengan tanjakan yang terjal,” saran Melkey.

Melkey mengungkapkan, keberadaan Bukit Ngisis dikenal semenjak banyak wisatawan yang mem-posting foto di media sosial. “Orang mulai mengenal Bukit Ngisis sekitar tahun 2016, karena banyak wisatawan yang unggah foto di Instagram,” ungkapnya.

Namanya memang cukup unik di telinga. Ngisis sendiri merupakan kata dalam bahasa Jawa yang artinya ‘menyejukkan diri’. “Ngisis merupakan nama yang diberikan masyarakat karena udara di kawasan ini memang sejuk, jadi wisatawan yang hendak berkunjung ke bukit Ngisis sebaiknya membawa jaket,” kata Melkey.

Jika ingin menangkap keindahan panorama alam tanah Jawa dari Bukit Ngisis, Melkey menyarankan datang pada pagi hari. “Bukit Ngisis juga spot yang cocok untuk menikmati matahari terbit. Jadi, sebaiknya jika ingin mendapatkan pemandangan yang bagus, datang menjelang matahari terbit. Jika berswafoto pada malam hari akan mendapatkan suasana dramaris, karena di bukit ini sudah dilengkapi lampu penerangan,” ungkapnya.

Menurut Melkey, saat ini pengunjung yang datang ke Bukit Ngisis cukup beragam, mulai dari backpacker hingga segmen korporat. “Mereka tak hanya dari Kota Yogyakarta, ada juga dari luar daerah seperti Jakarta dan Bandung,” jelasnya.

Penulis: Erwin Gumilar