Menyulap Kampung Nelayan Menjadi Destinasi Premium

Monday, 09 September 19 0 Comments   Bayu Hari
Desaru Coast Malaysia
Desaru Coast merupakan kampung nelayan yang disulap menjadi destinasi wisata premium

Berluas 1.900 hektare dan memiliki pantai putih sepanjang 17 kilometer, Desaru Coast, bekas perkampungan nelayan di Johor Bahru yang disulap menjadi kawasan wisata terpadu, bakal meningkatkan jumlah kunjungan turis ke negeri Jiran.

Oleh Bayu Hari

Bukan hanya Indonesia yang sedang bersolek untuk mengembangkan destinasinya, Malaysia pun melakukan hal serupa, salah satunya dengan mengembangkan kawasan Desaru di Johor Bahru sebagai destinasi wisata terpadu.

Mengandalkan kedekatannya dengan Singapura, sekitar 1-2 jam berkendara atau berlayar dengan kapal feri, Desaru Coast dirancang sebagai kawasan wisata premium yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan berwisata. Di kawasan itu saat ini sudah tersedia dua hotel mewah, yakni The Westin yang mengoleksi 275 kamar dan Hard Rock Hotel yang dilengkapi 365 kamar.

Saat ini juga tengah berlangsung pembangunan Anantara Desaru Coast Resort & Villas yang berjumlah 123 unit, serta One&Only Luxury Resort & Villas dengan 50 unit yang harga jual per kamarnya ditengarai bakal mencapai Rp30 jutaan per malam. “Keduanya direncanakan akan rampung pada akhir tahun ini,” kata Erlan Abdullah, Vice President Customer Experience Destination Sales & Marketing Desaru Coast.

Selain itu, juga terdapat Adventure Waterpark yang memiliki wavepool terbesar di dunia yang memiliki panjang sekitar 150 meter dan ketinggian ombak hingga 4 meter. Kemudian, juga terdapat dua lapangan golf yang masing-masing memiliki 18 lubang dan 27 lubang.

Tak hanya memanjakan wisatawan leisure, kawasan ini juga dilengkapi dengan gedung pertemuan berkapasitas 1.000 orang (round table) yang dapat dibagi menjadi lima ruang terpisah. Dirancang tanpa pilar, gedung serbaguna ini juga dapat digunakan untuk aktivitas semisal corporate event, konser musik, hingga pameran.

Sementara itu, untuk memanjakan lidah, terdapat Desaru Coast Riverside yang menyajikan hidangan berkelas internasional. “Selain itu, di sekitar kawasan juga terdapat restoran yang dapat dijadikan alternatif tempat bersantap,” kata Erlan.

Lebih lanjut Erlan menjelaskan, di sekitar kawasan Desaru juga banyak terdapat atraksi atau obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi, misalnya menyaksikan 1.000 buaya yang diternak di Teluk Sengat. Berjarak sekitar 30 menit berkendara, di tempat ini wisatawan dapat melihat proses pemberian makan buaya hingga menikmati sajian telur buaya.

Bagi wisatawan yang suka bertualang, terdapat Gunung Muntahak yang memiliki ketinggian sekitar 713 meter dari permukaan laut. Di sini wisatawan dapat hiking untuk melihat air terjun bertingkat tujuh, bird watching, atau pun sekadar menikmati keasrian hutan hujan tropis ala Desaru.    

Membujuk Turis Indonesia

Wisatawan asal Indonesia, sebagai salah satu kantong turis bagi Malaysia, tak luput dari target yang disasar oleh Desaru Coast. Berkolaborasi dengan Astindo (Asosiasi Travel Agent Indonesia), Desaru Coast mengadakan familiarization trip (Fam Trip) pada akhir Agustus lalu. Diikuti oleh sekitar 14 peserta yang terdiri dari biro perjalanan dan awak media, termasuk majalah VENUE, Astindo mengajak peserta untuk mengunjungi Desaru Coast.

Selain bekerja sama dengan Astindo, Desaru Coast juga akan mengadakan sales mission ke beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya. “Kami akan mulai dari Jakarta dan Surabaya karena dari dua kota itu ada penerbangan langsung ke Senai Airport di Johor Bahru,” kata Olivia Ooi, Senior Vice President Destination Sales & Marketing Desaru Coast.

Olivia bahkan menjanjikan akan memberikan insentif kepada grup yang dibawa oleh anggota Astindo ke Desaru Coast. Ragam insentifnya bervariasi, tergantung jumlah dan lama tinggal. “Itu dapat dinegosiasikan. Kami juga bisa memberikan insentif berupa gift atau pun culture performance secara gratis,” katanya.

Sementara itu, Sjachrul Firdaus Faryd, Direktur Eksekutif Astindo, mengatakan, Desaru memiliki daya tarik untuk ditawarkan kepada masyarakat Indonesia. “Desaru sangat potensial dan pengembangannya sangat terencana,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dian Dalu Akirta, pemilik biro perjalanan Wisata Bintang. Di tengah harga tiket penerbangan domestik yang melambung tinggi, paket wisata keluar negeri semisal pelesiran ke Malaysia kian diminati oleh masyarakat. “Tiket penerbangan yang mahal membuat turis lebih suka jalan-jalan keluar negeri. Paket tur tiga negara Singapura, Malaysia, Thailand hanya kami jual sekitar Rp5-6 juta untuk perjalanan 5 hari,” katanya.

Fakta itu tecermin dari data Bank Indonesia, yang merilis jumlah wisata nasional yang pergi keluar negeri pada semester pertama 2019 mencapai 5,3 juta wisatawan atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bagi turis Indonesia, berwisata ke negeri Jiran juga lebih murah apabila dibandingkan ke Singapura. Untuk hotel misalnya, harga hotel bintang 3 di Singapura itu sama dengan hotel bintang 5 di Malaysia. Tak ayal banyak biro perjalanan menjadikan Singapura sekadar tempat transit, dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Malaysia.

Sementara itu, negeri tetangga juga kreatif mengemas sebuah produk untuk membujuk turis Indonesia bertandang, salah satunya dengan menjual theme park sebagai daya tarik unggulannya. Itulah yang dilakukan oleh Johor Bahru yang mengoleksi theme park semisal Legoland, dan kemudian yang teranyar ada di Desaru Coast untuk memikat turis asal Indonesia.