BerandaEventAlat Musik Indonesia Bebas Bea Masuk ke Amerika Serikat

Alat Musik Indonesia Bebas Bea Masuk ke Amerika Serikat

Published on

spot_img

Indonesia telah berhasil membuat prestasi di The National Association of Music Merchants (NAMM) Show 2020 dengan perolehan transaksi hingga US$1,4 juta atau Rp19,4 miliar. The NAMM Show 2020 merupakan pameran musik terbesar di dunia yang digelar pada 16-19 Januari 2020 di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat (AS).

Dengan jumlah transaksi tersebut, AS mengajak kerja sama Indonesia dalam hal pemasok alat musik. Bayu Nugroho, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, menjelaskan, alat musik Indonesia mendapatkan keringanan atau tanpa bea masuk (competitive advantage) untuk memasuki pasar AS dibandingkan produk serupa dari negara lain. Selain itu, produk alat musik dan pengeras suara asal Indonesia juga mendapatkan preferensi tarif khusus untuk masuk ke pasar AS melalui skema Generalized System of Preference (GSP).

BACA JUGA:  Dyandra Promosindo Gelar Tiga Fase Penyelenggaraan IIMS Virtual 2021

Indonesia merupakan pemasok alat musik terbesar ketiga di Amerika Serikat setelah Cina dan Meksiko. Pangsa pasar Indonesia sebesar 3 persen atau sekitar US$170 juta. Ekspor Indonesia ke AS periode Januari-November 2019 tercatat sebesar US$18 juta, atau meningkat 16 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward mengatakan, kerja sama yang dilakukan ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Ia meminta para perwakilan perdagangan di luar negeri menjaga kerja sama ini dengan baik untuk meningkatkan ekspor ke Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Kreatifood Expo & Showcase 2018 Berakhir di Bali

“Para pengusaha atau eksportir diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan varian produk, serta mengembangkan inovasi produk alat musik agar dapat bersaing di pasar global,” ujar Dody.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga mengharapkan agar para pengusaha dapat memanfaatkan kerja sama ini untuk meningkatkan ekspor. Menurut Dody, saat ini potensi ekspor alat musik petik seperti gitar lebih menjanjikan dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Luhut Binsar Pandjaitan Jadikan Jakarta Marathon 2023 Event Internasional

Bayu mengungkapkan, tren pasar instrumen musik di tahun 2020 mulai mengarah ke penggabungan alat musik tradisional dengan sentuhan teknologi. Ia mencontohkan seperti produk gitar yang dikombinasikan dengan mikroprosesor genggam sehingga ringkas dan mudah dibawa bepergian.

spot_img
spot_img

Indonesia Kebanjiran Turis Malaysia, Ada Alarm Ekonomi di Baliknya?

Jakarta, Venuemagz.com - Gelombang wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia belakangan ini menjadi perbincangan...

Perluas Jaringan, BATIQA Hotel Hadir di Lampung

Lampung, Venuemagz.com — BATIQA Hotel Manajemen resmi menandatangani kerja sama pengelolaan hotel dengan Adora...

AYANA Bali Hadirkan Fasilitas MICE Baru Berskala Besar 

Bali, Venuemagz.com - AYANA Bali bersiap mengukir sejarah baru dalam industri event nasional maupun...

IIMS Surabaya 2026 Resmi Berakhir, Dyandra Optimis Industri Otomotif Tumbuh Merata 

Surabaya, Venuemagz.com – Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 resmi berakhir pada 31 Mei...

Wonderful Pariwisata Indonesia Hadir di TEI 2025

Tangerang, Venuemagz.com - Trade Expo Indonesia (TEI) tengah digelar untuk ke-40 kalinya. Pameran dagang...

TEI ke-40 Siap Digelar, Hadirkan Ribuan Peserta dan Buyer dari 106 Negara

Tangerang, Venuemagz.com - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) kembali menyelenggarakan Trade Expo Indonesia...

Lampaui Target, Potensi Transaksi TEI 2023 Tembus US$30,5 Miliar

Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) secara hybrid (offline and online) telah berakhir. TEI ke-38...