BerandaEventAtraksi Kebo-Keboan jadi Daya Tarik Wisatawan ke Banyuwangi

Atraksi Kebo-Keboan jadi Daya Tarik Wisatawan ke Banyuwangi

Published on

spot_img
spot_img

Penyelenggaraan event menjadi salah satu daya tarik sektor pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Wilayah berjuluk Sunrise of Java tersebut sepanjang 2018 memiliki 77 kegiatan. Jika dirata-ratakan dalam satu bulan kabupaten ini menggelar 6-7 event.

Salah satu event budaya yang masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Banyuwangi adalah Ritual Budaya Kebo-Keboan yang digelar di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur. “Event ini sudah masuk di agenda festival Banyuwangi. Event ini merupakan swadaya masyarakat Desa Alasmalang,” ujar Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi.

Azwar Anas juga mengaku pihaknya terus menjaga kegiatan seperti ini, bahkan event seperti ini sangat terus didorong agar masyarakat bisa menikmati langsung dampaknya.

Event seperti ini sangat mengantre, namun kita melihat kesiapan masyarakat menjadi hal utama. Ini dalam rangka mendorong kebudayaan mendapat dampak dari kegiatan Banyuwangi Festival sehingga bisa membawa dampak besar buat pariwisata di Indonesia, khususnya Banyuwangi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Melestarikan Nilai Leluhur Bangsa Melalui Festival Tidore 2017

Event Kebo-Keboan sendiri dimulai dari persiapan para peserta yang bertubuh tambun berdandan layaknya kerbau. Mereka memakai aksesori lengkap dengan tanduk buatan dan lonceng di lehernya. Tidak hanya itu, agar terlihat mirip kerbau, mereka melumuri tubuhnya dengan cairan hitam yang terbuat dari campuran minyak goreng dan arang.

Sebelum pawai Kebo-keboan dimulai, para sesepuh di desa Alasmalang menggelar upacara selamatan hingga pembacaan doa. Hal itu untuk meminta berkah keselamatan selama acara berlangsung. Tampak hadir Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti serta Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid juga ikut dalam ritual budaya yang digelar pada penanggalan jawa 1-10 Muharam atau Suro.

BACA JUGA:  Halal Fair Jakarta 2024 Targetkan 30.000 Pengunjung

Usai upacara selamatan, dimulailah arak-arakan kerbau manusia. Mereka diarak layaknya kerbau yang sedang membajak sawah, lengkap dengan tali untuk mengikat kerbau. Para kerbau manusia didampingi petani di belakangnya. Petani sendiri tidak bisa memaksa ke mana Kebo-keboan itu berjalan, hanya sebatas mengarahkan.

Mereka jalan ke segala arah untuk mencari kubangan lumpur. Menyeruduk warga yang melihat. Tak jarang penonton wanita yang menjadi sasarannya. Setelahnya, mereka mencemplungkan diri di kubangan yang dekat dengan balai desa.

Setelah kebo-keboan berkumpul di kubangan, munculah peran Dewi Sri (Simbol Kesuburan dan Kemakmuran) untuk menebar benih. Hal itu sebagai pertanda bila pertanian segera dimulai dan para kerbau sibuk berebut benih yang dilemparkan Dewi Sri itu.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Berikan Fasilitas Kepada Delegasi Indonesia Dalam Ajang Bocuse d’Or

“Ritual serta budaya menjadi satu kesatuan yang tak dipisahkan sehingga semua bisa menikmati. Banyuwangi memberi penghargaan kepada masyarakat melalui tradisi budaya dengan dihormati. Hal itu yang membuat masyarakat akan berkembang dengan sendirinya,” ujar Anas.

Di kesempatan yang sama, Guntur Sakti mengatakan, ritual budaya Kebo-Keboan menjadi wisata atraktif yang mengeksplorasi seni budaya dab keindahan alam hingga potensi daerah yang bisa jadi pilihan menarik untuk wisatawan.

“Atraksi ini sebagai cara ampuh untuk meningkatkan awareness orang masyarakat Banyuwangi. Dan sudah terbukti, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara menikmati aneka atraksi wisata di Banyuwangi. Direct impact-nya juga langsung terasa oleh masyarakat,” ungkap Guntur.

spot_img
spot_img
spot_img

Peran Strategis SEABEF 2026 Terhadap Industri MICE Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026 resmi diselenggarakan pada 29...

ICEF–IPFE 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pengadaan Modern Menuju Indonesia Emas

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) kembali digelar untuk keempat kalinya...

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Ijen Siap Jalankan Revalidasi UNESCO Global Geopark 

Banyuwangi, Venuemagz.com - Fenomena blue fire (api biru) danau Kawah Ijen terbukti ampuh menyedot...

IBEM 2026 Tegaskan Ambisi Indonesia Menjadi Destinasi MICE Unggulan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia hari ini, 28 Juli 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan...