Travel Mart di Tengah Lesunya Perekonomian

Monday, 24 September 18 Venue
TTC Travel Mart

Kondisi perekonomian dunia yang stagnan memberikan dampak negatif terhadap perhelatan TTC Travel Mart 2018 yang berlangsung pada 17 September 2018. Dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, jumlah sellers TTC Travel Mart mengalami penurunan sekitar 20 persen menjadi 128 seller. Adapun jumlah buyers yang datang tercatat mencapai lebih dari 900 buyer.

Menurut Tedjo Iskandar, Pendiri TTC Travel Mart, selain kondisi perekonomian global yang melambat, kian menjamurnya travel mart di pelbagai daerah juga turut memengaruhi minat para sellers untuk mengikuti kegiatannya. “Kompetisinya sengit. Banyak travel mart yang digelar dalam waktu yang berdekatan,” kata Tedjo.

Lebih lanjut Tedjo menjelaskan bahwa profil sellers TTC saat ini sekitar dua per tiganya didominasi oleh biro perjalanan luar negeri, dan sepertiganya biro perjalanan domestik. “Sekarang banyak sellers yang menjual destinasi di wilayah Indonesia Timur, semisal Raja Ampat, Sumba, Lombok, dan Komodo,” katanya.

Tedjo juga mengakui bahwa saat ini pola dan perilaku masyarakat untuk berwisata mengalami pergeseran. Teknologi internet menjadi pemicunya. “Sekarang banyak turis yang berwisata tanpa menggunakan jasa biro perjalanan. Mereka riset destinasinya di Internet, membeli tiket murah di pameran, dan memesan kamar melalui aplikasi. Turis juga berhemat,” katanya.

Guna menyiasati perubahan perilaku konsumen, biro perjalanan dituntut lebih kreatif dalam mengemas paket wisata. Misalnya, paket wisata dipadukan dengan aktivitas menyaksikan konser musik, sport event, ataupun festival. “Atau menyasar ceruk yang niche market sehingga harganya tidak terbaca,” kata Tedjo.

Meskipun perilaku konsumen telah mengalami pergeseran, namun kegiatan semisal TTC Travel Mart ini masih terbilang efektif untuk mendongkrak bisnis biro perjalanan. Setidaknya itu dirasakan oleh Rizal Amir, Direktur Cinta Holiday. Menurutnya, TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh Tedjo merupakan salah satu cara ampuh untuk memperluas jaringan bisnis.

“Tedjo tak segan untuk memberikan database kepada kami. Jadi, ketika kami ingin menggarap segmen pasar baru, kami biasa minta tolong kepada Tedjo. Pelayanan ini yang tak dilakukan oleh penyelenggara travel mart lainnya,” kata Rizal yang beberapa tahun terakhir rutin mengikuti perhelatan TTC Travel Mart.

TTC Travel Mart guna memperluas jaringan bisnis juga dimanfaatkan oleh Suraj Subedi dari Bhutan ID Tours & Treks. Menurutnya, Bhutan sebagai destinasi tujuan wisata mulai mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. “Kami sudah dua kali mengikuti TTC Travel Mart. Ini event bagus, jumlah turis Indonesia yang kami tangani meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, tahun ini TTC Travel Mart juga tampil perdana di Yogyakarta pada 19 September 2018.  Diikuti sekitar 82 seller dan dihadiri 150 buyer, kegiatan ini mendongkrak pamor Yogyakarta sebagai destinasi tujuan wisata. “Pada event perdana ini saya memberikan cash back sebesar Rp500.000 kepada buyers yang hadir,” kata Tedjo.

Penulis: Bayu Hari