Bali Jagadhita Culture Week Hadirkan Produk Fesyen Hingga Makanan

Tuesday, 12 October 21 Bonita Ningsih

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (KPwBI Prov. Bali) kembali menggelar kegiatan bertajuk Bali Jagadhita Culture Week pada tanggal 4-6 Oktober 2021. Bali Jagadhita Culture Week merupakan salah satu rangkaian acara dari kegiatan Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri II tahun 2021.

Bali Jagadhita Culture Week diselenggarakan di Dharma Negara Alaya Denpasar dengan serangkaian acara yang lebih beragam. Selain talkshow, acara ini juga akan menyelenggarakan fashion show hasil kolaborasi UMKM tenun dengan desainer nasional.

Kolaborasi ini dilakukan untuk memperlihatkan potensi wastra Bali bukan hanya berbentuk bahan baku, tetapi juga berupa produk. Dengan tujuan dapat mendorong hasil kerajinan UMKM dan membawa kain nusantara menembus pasar nasional hingga internasional.

BACA JUGA:   Pelaksanaan IIMS Mundur Lagi ke April 2021

Fashion show kali ini mengambil konsep teatrikal dengan menampilkan koleksi ready to wear dan ready to wear deluxe. Koleksi yang dihasilkan merupakan hasil kolaborasi dari Songket Fortuna X Deden Siswanto, Agung Bali Collection X Weda Ghita, CRNX X Sofie, Anacaraka X Elfi Lila, Artha Dharma X Ali Charisma, Wisnu Murti X Emmy Thee, Pagi Motley X Rengganis, Putrimas X Dwi Iskandar, NTB X Eko Tjandra, NTT X Yuliana Huang, Busana Bali ke Pura dan ke Kantor X Cok Ratnakora, Body & Mind.

Sesuai dengan konsepnya, seluruh koleksi busana akan ditampilkan dengan latar keindahan destinasi wisata yang berada di Bali Nusra. Hal tersebut menjadi salah satu upaya KPwBI Prov. Bali dalam mendukung Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI).

BACA JUGA:   Rhino Cross Triathlon 2018 Diikuti 89 Peserta

Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), menambahkan dengan nama Jagadhita diharapkan semua koleksi yang dibuat membawa kemakmuran bagi semua pihak yang terlibat. Mulai dari proses pembuatan bahan baku hingga terciptanya sebuah produk untuk dihadirkan kepada khalayak luas.

“Begitu juga dengan mengangkat produk ready to wear diharapkan dapat meningkatkan potensi ekspor produk fesyen Bali sehingga berkontribusi dalam menunjang perekonomian daerah dan nasional,” ujar Ali.

Dalam kegiatan Bali Jagadhita Culture Week, ditampilkan pula sebuah seremoni sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada UMKM yang telah berhasil melakukan ekspor. Selain itu, dilakukan peluncuran Digital Fitting Room sebuah inovasi terbaru agar kain tradisional dapat lebih diterima oleh generasi muda.

BACA JUGA:   Strategi Rebound-Reboot-Reborn di Indonesia Brand Forum 2020

Selain fesyen, acara ini juga menonjolkan produk makanan dan minuman yang merupakan komoditas unggulan ekspor dari daerah Bali Nustra. Beberapa di antaranya hasil UMKM produk kopi Arabika Kintamani, produk hilirsasi dari cabe berupa sambal kemasan dengan pengolahan tradisional, serta produk jamu atau herbal dengan inovasi bentuk praktis dan kemasan modern yang telah berhasil diekspor ke luar negeri.