Batam Menari 2018 Gerakkan Perekonomian Masyarakat

Monday, 09 April 18   31 Views   0 Comments   Harry Purnama
Batam Menari

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik gelaran akbar Batam Menari 2018, yang resmi diselenggarakan pada 7-8 April 2018 di kota Batam. Event Batam Menari merupakan acara yang spektakuler. Sebanyak 21.000 orang tampil membawakan Tari Rampai Batam secara kolosal. Museum Rekor Indonesia (MURI) bahkan mencatat bahwa rekor dunia terpecahkan di event ini.

Tari Rampai Batam merupakan karya dari seniman besar Guruh Soekarno Putra. Terdapat empat unsur etnis yang dihadirkan dalam tarian, yakni Melayu, Minang, Batak, dan China. Semuanya dirangkai menjadi satu koreografi tarian nan indah, sekaligus menunjukkan keselarasan, keharmonisan, serta persatuan dalam kehidupan masyarakat Batam.

“Jadi ini dari Batam, untuk Batam. Masyarakat secara sukarela menunjukkan Batam sebagai kota yang asyik untuk wisata dan tempat tinggal. Meski multietnis, kita bisa bersama,” ujar Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala Badan Pengusaha (BP) Batam.

Arief Yahya menilai, penyelenggaraan event ini merupakan pesta rakyat yang menghibur sekaligus memajukan pariwisata serta perekonomian Batam. “Batam Menari menjadi salah satu contoh bagaimana event itu harus dibuat. Event-nya spektakuler dan menghibur, serta melibatkan sponsor untuk pembiayaan. Di samping itu, juga melibatkan pelaku usaha UKM dalam pelaksanaannya sehingga dapat memberikan keuntungan, baik itu commercial value maupun economic value,” ujar Arief Yahya.

I Gde Pitana, Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata, mengapresiasi event ini bahwa pariwisata harus berjalan selaras serta menyejahterakan masyarakat. Apalagi Batam saat ini telah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Singapura dan Malaysia.

“Ini pasti viral di Instagram, Twitter, dan YouTube. Jika dunia melihat kebersamaan lewat Batam Menari, maka mereka akan menilai bahwa Batam itu aman dan nyaman untuk tinggal dan berwisata,” kata Pitana.

Tak bisa dimungkiri, banyaknya event pariwisata yang digelar BP Batam turut meningkatkan gairah UKM. Tak terkecuali gelaran akbar Batam Menari, sebab sebanyak 200 UKM diberikan stan gratis untuk berjualan.

“Di sinilah fungsi pariwisata. Pariwisata hadir untuk terus menyejahterakan masyarakat. Jika omzet sekitar Rp3 juta per stan, maka sudah tentu ada Rp600 juta uang yang berputar di event ini, belum lagi pedagang individu yang berjualan, industri perhotelan, mal, jasa, dan lain-lain. Semua kebagian rezeki,” kata I Gde Pitana.

Bambang Purwanto, Deputi V BP Batam, mengatakan, setiap kali BP Batam menggelar acara, pihaknya akan berusaha melibatkan pelaku UKM. Dengan begitu perputaran ekonomi di Batam semakin kencang. “Ini juga untuk menumbuhkan produk UKM supaya bisa muncul ke permukaan. Jadi, semacam pembinaan dari BP Batam kepada pelaku-pelaku UKM,” kata Bambang.

Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, event seperti ini sangat membantu dalam menjaring wisatawan untuk datang sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Batam. Apalagi Batam bukan hanya menjadi pilihan destinasi wisata bagi wisatawan Malaysia dan Singapura.

Sejak Januari 2018 silam, Lion Air sudah membuka penerbangan langsung Busan-Batam dan Incheon – Batam. Artinya, Korea dan Batam sudah terkoneksi. “Batam Menari bertujuan untuk memberikan event spektakuler sehingga dapat menjaring wisatawan untuk datang, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Batam,” ujar Lukita.