Bocuse d’Or Dijadikan Ajang Pembuktian Bagi Koki Indonesia

Friday, 03 September 21 Bonita Ningsih

Indonesia terpilih sebagai salah satu negara peserta yang mengikuti kompetisi kuliner paling bergengsi, Bocuse d’Or. Kompetisi yang diselenggarakan pada 26-27 September 2021 di Lyon, Perancis, ini akan menghadirkan delegasi dari Indonesia yakni chef Mandif Warokka dan Muhammad Lutfi Nugraha.

Nama Chef Mandif sudah tidak asing lagi di dunia kuliner karena beberapa kali pernah bertanding di panggung internasional. Bahkan, pada tahun 2005, Chef Mandif telah mengukir prestasi dengan raihan medali emas dalam ajang Salon Culinaire Dubai.

Pada kesempatan kali ini, Mandif, akan kembali menunjukkan kemampuan kulinernya di mata internasional. Bocuse d’Or akan mempertandingkan 24 chef terbaik dunia yang sudah lolos seleksi melalui kompetisi tingkat regional.

BACA JUGA:   Art Jakarta Gardens 2023 Berhasil Datangkan 10.885 Pengunjung

Dengan adanya kompetitor dari berbagai negara lain, ajang ini dijadikan Mandif sebagai wadah terbaik untuk memperkenalkan kuliner Indonesia. Melalui ajang ini juga, Mandif ingin membuktikan bahwa chef Indonesia mampu bersaing dengan chef kelas dunia lainnya.

Menurutnya, sudah saatnya kuliner Indonesia dikenal lebih banyak negara di dunia dan dapat bersaing secara internasional. Pasalnya, Indonesia telah dianugerahi kekayaan alam dari laut hingga darat yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah hidangan terbaik.

“Kami ingin memperlihatkan di kompetisi ini kualitas dan keragaman cita rasa Indonesia, dari inspirasi rasa sampai aneka bahan baku. Kekayaan alam yang telah dimiliki Indonesia akan kami representasikan dalam hidangan-hidangan yang sudah kami rancang,” jelas Mandif.

BACA JUGA:   IIMS Motobike Hybrid Show Hadirkan Kompetisi Modifikasi Motor Listrik

Melalui makanan yang dihidangkan, Mandif, berharap Indonesia akan semakin dikenal oleh negara lainnya. Apalagi, juri dan peserta lainnya berasal dari negara berbeda sehinnga dapat dijadikan saluran untuk memperkenalkan Indonesia beserta makanan khasnya

Lebih lanjut ia mengatakan, yang menarik dalam ajang ini adalah adanya poin penilaian berkaitan dengan waste management. Di sini, para chef diminta untuk memaksimalkan bahan baku yang telah disiapkan ke dalam sebuah hidangan.

“Misalkan kita menggunakan 70 prawn dan semua bagian harus terpakai. Diusahakan tidak ada bagian yang terbuang mulai dari kepala hingga ekor,” ujar Mandif.

BACA JUGA:   IBT Expo Perkuat Interaksi Dagang dan Pariwisata

Dalam pelaksanaannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berpesan agar seluruh delegasi Indonesia mematuhi protokol kesehatan secara disiplin. Pasalnya, dengan situasi pandemi yang belum usai, penerapan protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam menjalankan sebuah kegiatan.