“Pengunjung yang datang ke paviliun Indonesia kebanyakan lebih tertarik dengan buah eksotis khas Indonesia, seperti manggis, salak, rambutan, dan buah naga,” kata Nurlisa Arfani, Atase Perdagangan Indonesia di Berlin, Jerman.
Menurut Nurlisa, pameran ini sangat penting bagi Indonesia karena bisa melakukan studi banding mengikuti perkembangan produk sesuai dengan tren dan selera pasar internasional, serta mengetahui sertifikasi produk di berbagai negara.
“Peserta juga memperoleh wawasan dan pengetahuan lebih luas mengenai selera pasar konsumen Eropa, perkembangan terkini tentang peraturan, logistik, dan harga, serta kompetitor dari negara lain,” ujar Nurlisa.
Di sela-sela pameran, Indonesia menyelenggarakan pertemuan bisnis antara peserta Indonesia dengan pelaku usaha dari berbagai negara. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun jejaring bisnis antara pelaku usaha produk hortikultura.





