Plastics & Rubber Indonesia 2017 Dukung Pengembangan Industri Plastik Hilir

Wednesday, 01 November 17 Harry Purnama
Plastics & Rubber Indonesia 2017

Industri plastik dan karet Indonesia memiliki potensi besar dikembangkan sebagai industri yang penting dengan ruang lingkup hulu hingga hilir, mengingat industri tersebut menjadi pendukung dari kemajuan industri terkait lainnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, jumlah industri plastik hingga saat ini mencapai 925 perusahaan yang memproduksi berbagai macam produk plastik. Sektor ini menyerap tenaga kerja 37.327orang dan memiliki total produksi sebesar 4,68 juta ton. Bahkan, industri kemasan plastik yang merupakan sektor kimia hilir pertumbuhannya sangat tinggi dan memiliki potensi besar.

Hal tersebut disepakati oleh Andhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). Plastik masih menjadi salah satu favorit di industri pangan olahan karena sifatnya yang elastis, mudah dibentuk, kuat, dan terjangkau.

“Kemasan memang bukan hal utama dalam industri pangan olahan, namun memegang peranan penting dalam mendapatkan hati konsumen menentukan pilihan. Fungsi penting dari kemasan adalah dapat menjaga keawetan dan higienis produk yang dijual, serta fungsi penyimpanan dan distribusi,” ujar Andi.

Pemerintah telah mengatur dan menerapkan standar khusus untuk kemasan pangan yang dapat dijadikan acuan bagi para pelaku usaha, baik di industri pengguna kemasan ataupun industri kemasan itu sendiri. Untuk itu, Andi berharap melalui pameran Plastic & Rubber Indonesia 2017, industri pangan olahan di Indonesia dapat lebih memperluas wawasan dalam peningkatan daya saing, termasuk update teknologi terbaru sehingga memiliki daya saing global yang berdampak pada pertumbuhan industri pangan olahan di Indonesia.

Pamerindo Indonesia, selaku penyelenggara pameran Plastics & Rubber Indonesia 2017, sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian yang menetapkan industri plastik hilir sebagai sektor prioritas pengembangan pada tahun 2015-2019.

“Untuk mendukung kualitas dari industri hilir, kami menghadirkan beragam mesin injection moulding yang mampu menghasilkan bentuk dari kemasan plastik sesuai dengan yang diinginkan. Bahkan, dari mutu kualitas, kecepatan, hingga ketepatan dari kemasan yang diproduksi dapat dihasilkan dari mesin-mesin berteknologi tersebut,” ujar Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia.

Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2017 akan diselenggarakan pada 15-18 November 2017 di JIExpo Kemayoran. Bersamaan dengan pameran Plastics & Rubber Indonesia 2017 juga terdapat pameran Drinktech Indonesia, Plaspak Indonesia, dan Mould & Die Indonesia.

Pameran ini akan menggunakan tujuh hall pameran dengan luas kurang lebih 21.650 meter persegi. Acara ini sendiri akan diikuti lebih dari 600 perusahaan dari 24 negara, dan 7 pavilion di antaranya adalah dari Cina, Jerman, India, Italia, Korea, Singapura, dan Taiwan.

Pameran Plastik dan Karet ini, didukung oleh Kementerian Perindustrian RI, Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (APHINDO), Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia (GIATPI), Federasi Pengemasan Indonesia (IPF), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Indonesian Mould & Dies Industrial Association (IMDIA), Badan Pengembangan Pengemasan Indonesia (BPPI), Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAplas), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), dan Asosiasi Perusahaan Air Kemasan Indonesia (ASPADIN).