Dukung Fashion Muslim, Kementerian Perindustrian Gandeng 9 Desainer

Saturday, 22 February 20 Bonita Ningsih

Perhelatan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) tengah digelar. Acara persembahan Indonesian Fashion Chamber dan Dyandra Promosindo ini mampu menghadirkan lebih dari 400 peserta yang berkaitan dengan industri fashion tanah air.

Memasuki tahun kelima, banyak dukungan yang diperoleh MUFFEST selama acara berlangsung. Tidak hanya para sponsor, MUFFEST 2020 didukung penuh oleh lembaga pemerintahan Indonesia. Beberapa di antaranya oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, hingga Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara.

Salah satu dukungan terbesar diberikan oleh Kementerian Perindustrian RI. Satu di antaranya yang paling menarik ialah dengan mengajak 9 desainer muda tanah air untuk berkolaborasi dengan Kemenperin. Tidak sekedar kolaborasi, Kemenperin juga memberikan bahan pakaian, slot fahsion show, dan stan untuk 9 desainer menunjukkan aksi terbaiknya. Beberapa desainer yang diajak untuk berkolaborasi ialah Ajeng Cahya, Neera Alatas, hingga Chaera Lee.

Chaera Lee mengaku bangga telah dipercayakan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian. Chaera dengan brand Chaera Lee meluncurkan produk terbarunya bernama Hallyu 1.0 di MUFFEST 2020 atas kolaborasi ini.

Hallyu atau Korean Wave merupakan istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia sejak tahun 1990-an. Oleh karenanya, look yang ditampilkan dalam produknya ini terinspirasi dari pakaian tradisional Korea, yaitu Hanbok.

“Kebetulan saya pengurus dari Hijabersmom Community dan ternyata ibu-ibu di sana demam Korea semua, termasuk saya. Setelah kita lihat film Korea dan melihat pakaian tradisional mereka, ternyata bagus-bagus semua ya, makanya saya buat itu,” kata Chaera Lee, Owner brand Chaera Lee.

Tampilan Hanbok didesain lebih modern, elegan, stylish, dan dinamis, mengikuti perkembangan fashion muslim saat ini. Jika pada umumnya tampilan Hanbok lebar di beberapa bagian, koleksi Hanbok Chaera dibuat lebih simpel dan sederhana agar dapat digunakan masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, material bahan yang digunakan berasal dari Lucky Print, salah satu pabrik tekstil di Indonesia. Lucky Print merupakan sponsor dari Kemenperin yang diberikan satu minggu sebelum MUFFEST berlangsung.

Untuk bahannya, dia menggunakan katun, linen, crep, dan organza. Dengan potongan baju berbentuk A Line, H Line, dan Planted, koleksi ini dilengkapi dengan aksesoris berupa tassel, stone, dan aksesori lain bernuansa emas.

“Untuk produk ini, saya memadukannya dengan warna-warna elektrik blue, kuning, putih, merah, dan hitam,” ucapnya lagi.

Peluncuran koleksi Hallyu 1.0 ini juga dibarengi dengan peragaan busana di MUFFEST 2020. Masih didukung oleh Kemenperin, peragaan busana ini menjadi ajang pembuktian bahwa produk desainer tanah air dapat dicintai banyak orang dan dapat bersaing di ajang internasional.

Koleksi Hallyu 1.0 ini dibuat sebanyak 8 tampilan yang sudah di-mix and match oleh Chaera. Selain ditampilkan dalam peragaan busana, koleksi terbarunya ini juga akan dipajang di stan milik Kemenperin yang berada di Main Lobby Jakarta Convention Center (JCC) selama MUFFEST 2020 berlangsung.

Ditanya terkait target penjualan, Chaera mengaku belum menyiapkan barang siap pakai untuk koleksi Hallyu 1.0 di MUFFEST 2020. Oleh karenanya, dia membuat sistem preorder (PO) bagi setiap orang yang tertarik untuk memesan produk terbarunya ini.

“Berhubung kita dapat barangnya sangat mepet dengan hari pelaksanaan, makanya kita belum menyiapkan barang yang ready stock. Jadi, sehabis show baru kita buka PO dan nantinya akan menyesuaikan ketersediaan bahan dari pabriknya,” ujarnya.