BerandaEventFestival Fulan Fehan Memikat Wisatawan Timor Leste

Festival Fulan Fehan Memikat Wisatawan Timor Leste

Published on

spot_img

Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menyelenggarakan Festival Fulan Fehan pada 28 Oktober 2017 bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda. Menariknya, pada acara tersebut juga berlangsung Tarian Likurai yang melibatkan 6.000 penari dari tiga kabupaten di perbatasan Timor Leste. Tarian Likurai tersebut sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah penari terbanyak yang membawakan budaya lokal daerah. Apalagi, Tarian Likurai yang sangat unik itu digelar dengan balutan pemandangan yang indah di Lembah Kaki Gunung Lakaan Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

“Kami sangat bangga karena dengan rekor ini maka mengangkat seni dan budaya lokal Indonesia agar tidak hilang. Selain itu, kami juga mempersembahkan tempat kami yang indah dan sangat layak untuk dinikmati wisatawan,” ujar Willybrodus Lay, Bupati Belu.

BACA JUGA:  Visit Maldives Storytellers' Conference 2023 Hadirkan Pembicara Internasional dan Wilayah Tambahan Lainnya

Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, mengatakan, Tarian Likurai adalah sebuah tarian perang khas dari masyarakat pulau Timor, khususnya di Kabupaten Belu, yang menceritakan perjuangan masyarakat setempat mengusir penjajah saat zaman penjajahan.

“Dan yang lebih penting lagi, acara ini juga dinikmati oleh negara tetangga Timor Leste. Ini menjadi daya tarik pariwisata tersendiri di wilayah border tourism. Hal ini harus dipertahankan. Seperti Bapak Menteri Arief Yahya katakan, pariwisata itu semakin dilestarikan maka semakin menyejahterakan,” ujar Hendri Karnoza.

BACA JUGA:  Hijabersmom Community Lombok Hadirkan Virtual Fashion Show Tenun NTB

Hendri Karnoza, Kepala Bidang Perjalanan Insentif Kementerian Pariwisata, mengatakan, Tarian Likurai merupakan tarian yang tidak akan berada di mana pun di belahan dunia. “Tarian ini tentu saja menjadi tarian khas yang merupakan warisan serta budaya leluhur dari masyarakat di daerah ini,” ujar Hendri.

Hendri menambahkan, acara yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pemkab ini harus terus berlanjut setiap tahun. Tanggal waktu pelaksanaan bahkan harusnya sudah bisa ditetapkan sejak jauh-jauh hari.

“Karena jika kalender acara sudah bisa dipastikan tanggalnya, kami pun bisa membantu mempromosikannya dengan baik dan tepat,” kata Esthy.

BACA JUGA:  Kopiko F1 Powerboat Diperkirakan Berdampak Ekonomi Rp200 Miliar

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik Pemkab Belu yang terus menggelar event di wilayah perbatasan negara. “Kuncinya adalah seni-budaya, musik, dan kuliner ini untuk menggaet pasar negara tetangga. Apalagi, warga Timor Leste bisa masuk ke Indonesia dengan menggunakan bebas visa kunjungan (BVK) sehingga warga Timor Leste bisa menggunakan uangnya di Indonesia. Dan yang terpenting lagi adalah pemerintah daerah dengan komitmen gubernur, wali kota, dan bupati untuk terus menjaga akses, amenitas, dan atraksi di daerahnya untuk terus menjaga kedatangan wisatawan,” ujar Arief Yahya.

Archipelago Hotels Hadirkan Seahaven Villas by Kamuela di Canggu

Bali, Venuemagz.com -- Canggu terus berkembang menjadi salah satu kawasan paling dinamis di Bali,...

TransNusa Buka Rute Baru Denpasar ke Surabaya

Jakarta, Venuemagz.com - Surabaya menjadi tambahan terbaru dalam jaringan TransNusa dari Bali. Setelah sepanjang...

Menikmati Kolam Renang Indoor Tanpa Menginap di Atria Hotel Gading Serpong

Tangerang, Venuemagz.com – Atria Hotel Gading Serpong menawarkan pengalaman berenang tanpa harus menginap di...

Rayakan 20 Tahun Penyelenggaraan, DXI 2027 Usung Semangat Kolaborasi Lintas Hobi

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions mengumumkan akan kembali menggelar Deep and Extreme Indonesia...