“Merebaknya virus corona menjadi peluang bagi Indonesia karena banyak pameran yang dilakukan di Cina dibatalkan. Kemudian, mereka memilih Indonesia untuk menggelar pameran tersebut,” ungkap Laura yang dikutip dari antaranews.
Selain itu, lokasinya yang strategis menjadi salah satu faktor terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara. Menurutnya, Indonesia dekat dengan beberapa negara bertaraf internasional sehingga mampu bergabung dan mengikuti pameran ini.
“Di dekat kita ada 9 negara tetangga lainnya yang juga bertaraf internasional. Melalui diskusi yang sangat panjang, akhirnya kami memutuskan untuk merencanakan kegiatan ini di Jakarta pada akhir tahun,” ujar Laura.
Jakarta Content Con/Week akan diisi oleh lebih dari 100 ekshibitor yang bergerak di bidang penerbitan buku, games, film, kuliner, dan stakeholder lainnya. Selama satu minggu, pameran ini juga akan menggelar festival film, festival literasi, seminar maupun diskusi, pasar kuliner, dan agenda industri kreatif lainnya.
Juergen Boos, Presiden Frankfurt Book Fair, mengungkapkan, dipilihnya Jakarta sebagai tuan rumah karena sejak lima tahun lalu pihaknya sudah menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Saat itu, Indonesia menjadi tamu kehormatan atau guest of honour di ajang Frankfurt Book Fair. Apalagi, menurutnya, Jakarta menjadi salah satu kota terpenting di Asia Tenggara sehingga menjadi pilihan tepat untuk menggelar acara ini.
“Meskipun Jakarta di posisi Asia Tenggara masih muda, tapi kami berharap akan berpartner dengan banyak pelaku konten kreatif di sini. Tidak hanya penerbitan juga, tetapi juga industri kreatif lainnya,” ungkap Juergen Boos.





