Gebyar Pernikahan Indonesia 2019 Mengangkat Tema Pengantin Jawa

Friday, 01 February 19   15 Views   0 Comments   Herry Drajat
Gebyar Pernikahan Indonesia 2019

Gebyar Pernikahan Indonesia ke-10 akan digelar oleh Parakrama Organizer, anak perusahaan dari AA Photo Group, pada 8-10 Februari 2019 di Kartika Expo Centre, Balai Kartini, Jakarta. Gelaran pameran yang ke-10 ini bertemakan “Asmaradana Pengantin Jawa”. Gebyar Pernikahan Indonesia 2019 akan dihadiri 150 ekshibitor yang merupakan vendor pernikahan, antara lain venue, katering, dekorasi, busana, aksesori, tata rias adat, dan fotografi.

Rangkaian dari gelaran yang disponsori oleh Bank Mandiri akan dipenuhi berbagai pertunjukan menarik, dengan acara utama Parade Pengantin Nusantara yang mengangkat tema pengantin Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) persembahan Royale Wedding. Salah satu yang akan ditampilkan adalah tradisi pernikahan dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang diadopsi dari Keraton, yaitu “Paes Ageng Kanigaran Jogjakarta”.

“Paes Ageng Kanigaran Jogjakarta menjadikan pengantin laksana raja dan ratu dalam prosesi pernikahan. Begitu indah, unik, dan rinci serta harus dijalani dengan penuh kekuatan dan kesabaran. Riasan dan busana pengantin menjadi ciri khas utama adat ini, di mana terdapat rangkaian pakem atau aturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan,” ungkap Rostanti dari SSIS Wedding.

Sesuai dengan tema yang mengangkat tema pengantin Jawa, khusus pada penyelenggaraan pameran yang ke-10 ini Surya Décor akan mendekorasi keseluruhan ruangan dengan mengadopsi arsitektur bangunan Gedhong Kaca Museum Hamengkubuwono IX yang terletak dalam Kawasan keraton Yogyakarta. Plafon konstruksi bertingkat dan ditopang tiang Soko Guru adalah ciri khas bangunan keraton dan akan didominasi oleh warna merah.

Rangkaian kegiatan lainnya adalah pemutaran film Royal Wedding Jogjakarta tahun 1920 yang merupakan dokumentasi dari pernikahan Sultan Hamengkubuwono VII, penampilan tari klasik Gambyong yang berasal dari Jawa Tengah dan Bambangan Cakil, pertunjukan gamelan dan campursari, talk show kesehatan yang diselenggarakan Royal Dermatology Asthetic Centre, dan lain sebagainya.

Tiket yang dikenakan pada para pengunjung adalah sebesar Rp25.000. Jumlah pengunjung yang diperkirakan datang adalah sekitar 15.000 orang, sementara transaksi yang diharapkan adalah sebesar Rp70 miliar, atau naik dari tahun sebelumnya yang menghasilkan Rp57 miliar.

“Gebyar Pernikahan Indonesia 2019 menjadi bukti bahwa nuansa tradisional masih menjadi idaman dan inspirasi bagi kebanyakan calon pengantin. Kami optimistis pameran kali ini mampu menembus angka transaksi mencapai lebih dari Rp70 miliar,” ujar Arief Rachaman, Direktur Parakrama Organizer.