IFRA 2019 Targetkan Rp800 Miliar Transaksi

Saturday, 06 July 19 0 Comments   Bonita Ningsih
IFRA 2019

Pameran dan konferensi waralaba International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2019 resmi dibuka. Pameran yang diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Dyandra Promosindo itu berlangsung pada 5-7 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan, IFRA merupakan ajang bertemunya pemilik merek dengan calon pembeli yang berminat untuk mengembangkan bisnis. Ada kurang lebih 180 ekshibitor yang hadir di IFRA 2019, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Ada dari hotel, makanan, minuman, minyak dan gas, dan banyak lainnya. Tapi memang makanan dan minuman yang paling banyak di sini,” kata Kohen, begitu sapaan akrabnya.

Sementara itu, untuk ekshibitor dari luar negeri, IFRA 2019 mendatangkan para pelaku bisnis waralaba dari Singapura, Hong Kong, Korea, dan Filipina. Menurut Kohen, Filipina menjadi peserta terbanyak yang berasal dari luar negeri.

“Filipina membawa 15 merek ke sini. Mereka semua yang datang untuk menawarkan produknya dan mengintip peluang berbisnis di Indonesia,” ujarnya lagi.

Pameran yang sudah diselenggarakan selama 17 tahun ini mengusung tema “Connect Your Business to The Global Franchise Market”. Melalui tema ini diharapkan para pengusaha waralaba akan terpacu untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnisnya hingga mancanegara.

“Kita tidak ingin menjadi raja di negeri sendiri, tapi kita juga ingin mengajak pemegang waralaba yang jumlahnya ratusan di Indonesia untuk berani berkoneksi dengan pelaku bisnis di mancanegara,” ujar Kohen.

Anang Sukandar, Ketua AFI, menjelaskan, penyelenggaraan IFRA ini sejalan dengan pemikiran masyarakat Indonesia yang ingin memiliki usaha sendiri. Salah satu yang dapat dilakukan ialah dengan melalui waralaba. Menurutnya, waralaba memiliki konsep yang unggul untuk melakukan suatu usaha dan memiliki konsep pemasaran yang luas.

“Pak Jokowi (Presiden Republik Indonesia) pernah mengatakan bahwa waralaba ini cocok di Indonesia. Bahkan, 70 persen masyarakat kita itu ingin memiliki usaha sendiri,” imbuh Anang.

Kendati demikian, Anang berharap konsep bisnis waralaba ini dapat berkembang menjadi konsep bisnis yang unggul, kreatif, dan berkelanjutan sehingga memerlukan banyak inovasi di dalam produk yang akan dipasarkan.

Melalui pameran ini memudahkan masyarakat untuk memilih jenis produk apa saja yang cocok dijadikan bisnis waralaba. Apalagi dengan kehadiran peserta dari negara lain, para pengunjung memiliki banyak pilihan untuk membuka usaha waralaba.

“Dengan tenant yang banyak ini kita optimistis akan mendatangkan banyak pengunjung. Target kita ini selama tiga hari akan mendatangkan 17.500 pengunjung. Jumlah ini naik 30-40 persen dari tahun lalu,” ungkap Kohen.

Sementara untuk target transaksi, Kohen mengatakan akan ada peningkatan dari tahun lalu yang hanya Rp675 miliar, menjadi Rp800 miliar untuk tahun ini.

Bagi para pengunjung yang ingin datang ke IFRA 2019, dikenakan biaya Rp60.000 untuk tiga hari masuk pameran.