Indonesia dan Inggris Laksanakan Mentari

Monday, 30 November 20 Bonita Ningsih
Indonesia EBTKE Virtual Conference and Exhibition

Pergelaran konferensi dan pameran The 9th Indonesia EBTKE Virtual Conference and Exhibition 2020 membuahkan hasil yang memuaskan. Salah satu hal yang membanggakan ialah dengan terjalinnya kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Inggris dalam mendukung pemanfaatan energi rendah karbon yang dinamakan Mentari (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia).

Tercetus pada tahun ini, Mentari hadir sebagai program kemitraan antara dua negara dengan jangka waktu empat tahun. Program ini berjalan bawah koordinasi Kedutaan Besar Inggris Jakarta bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai mitra utama.

Peresmian kerja sama ini ditandai dengan kehadiran Kedutaan Besar Inggris dan Mentari pada The 9th Indonesia EBTKE Virtual Conference and Exhibition 2020. Kedutaan Besar Inggris juga turut mengajak perusahaan-perusahaan berbasis energi dan lingkungan dari Inggris untuk berpartisipasi dalam exhibition, yaitu Aquatera, Arup, Aggreko, Clarke Energy, Hallidays Hydropower, Ion Venture, Ryse Energy, Loesche Energy Systems, dan SMAP Energy.

Program ini memiliki banyak tujuan di antaranya ialah mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif, penanggulangan kemiskinan, peningkatan rasio elektrifikasi, dan pengurangan dampak perubahan iklim di Indonesia. Namun, tujuan utama dari Mentari adalah mendukung Indonesia untuk menjadi negara adidaya energi terbarukan dengan perhatian khusus pada pengembangan sektor energi rendah karbon. Dalam pelaksanaannya, Mentari akan memberikan dukungan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Mentari akan mendemonstrasikan berbagai kemungkinan dalam pemanfaatan energi rendah karbon untuk pembangunan ekonomi, terciptanya lapangan kerja dan inklusi sosial, sekaligus membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan lingkungan di Indonesia. Program ini juga dibuat dengan beberapa komponen, seperti kerja dalam kebijakan, layanan perantara proyek komersial, proyek percontohan, serta kolaborasi dan berjejaring.

Dukungan Kedutaan Besar Inggris juga ditunjukkan dengan menghadirkan Minister for Business, Energy and Clean Growth UK, The Rt Hon Kwasi Kwarteng dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins. Dalam hal ini, Owen Jenkins, memberikan keynote speech di Plenary Session 1 terkait pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Jenkins menyebutkan jika Indonesia serius untuk menghadirkan energi bersih di negaranya, maka, Indonesia dapat menjadi penghasil energi terbarukan terbesar dunia. Berbagai manfaat juga akan dirasakan dengan melakukan hal ini, di antaranya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan pekerjaan yang bernilai tinggi, dan membantu meningkatkan kualitas hidup.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di Inggris memiliki target dalam mengurangi emisi hingga 100 persen pada tahun 2050. Selain itu, harga produksi dari energi terbarukan juga dinilai sudah cukup efisien di negaranya.

Indonesia EBTKE ConEx 2020 juga dihadiri oleh perwakilan kedutaan-kedutaan besar dari negara maju lainnya, seperti Ameria Serikat, Selandia Baru, dan juga Norwegia. Masing-masing perwakilan Kedutaan Besar akan berbagi informasi mengenai skema penerapan energi terbarukan dan transisi energi di negaranya. Melalui pengalaman dari negara-negara tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dan disesuaikan untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia.