Program ‘Indonesia Spice Up The World’ (ISUTW) telah diluncurkan di National Day Expo Dubai 2020, Uni Emirat Arab. ISUTW merupakan sebuah program strategis nasional pemerintah dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi di bidang pariwisata, perdagangan, dan investasi melalui industri gastronomi.
Program nasional yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini sudah digodok sejak Juni 2020. Beberapa pemangku kepentingan terlibat dalam program ini seperti akademisi, pebisnis, komunitas, asosiasi, pemerintah, dan media.
Kehadiran program ISUTW di Dubai Expo juga didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Alasannya adalah Indonesia memiliki kekayaan terhadap rempah-rempah yang menjadi komoditas unggulan di Eropa sejak ratusan tahun lalu. Oleh sebab itu, kejayaan rempah-rempah Indonesia harus dikembalikan dengan meningkatkan produksi di hulu dan di hilir.
“Kita juga harus terus memperkenalkan keunggulan rempah-rempah Indonesia ke seluruh penjuru dunia, salah satunya melalui program ‘Indonesia Spice Up The World’,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno
Kemenparekraf bersama dengan Kementerian/Lembaga lainnya telah menyiapkan empat pilar yang menjadi konsep utama pengembangan Indonesia Spice Up The World. Pertama adalah rempah, produk bumbu, dan pangan olahan, kemudian restoran Indonesia, promosi kuliner, serta Indonesia destinasi kuliner. Nantinya, program ini akan dilakukan dalam jangka panjang yaitu mulai dari 2021 hingga 2024.
Menurut Sandiaga, melalui empat pilar tersebut, target untuk menghadirkan 4.000 restoran yang menjual kuliner Indonesia ke luar negeri dapat segera terlaksana di tahun 2024. Program ‘Indonesia Spice Up The World’ juga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor bumbu jadi dan bumbu sederhana menjadi US$ 2 miliar.
Peluncuran ‘Indonesia Spice Up The World’ dilaksanakan di Paviliun Indonesia dan Panggung Utama National Day Expo Dubai 2020. Saat peluncuran, Paviliun Indonesia juga menayangkan video konten multimedia khusus ISUTW yang mengusung tema “Then, Now and Tomorrow”.
Video tersebut menampilkan potensi kuliner dan rempah Indonesia sejak zaman dahulu hingga sekarang. Selain itu, pencapaian yang diharapkan untuk masa depan juga diwujudkan melalui video konten ini. Terdapat enam masakan Indonesia yang menjadi fokus utama dalam video ini yaitu Rendang, Nasi Goreng, Sate, Gado-Gado, dan Soto Ayam.
“Penayangan video ini sebagai salah satu bentuk komitmen Kemenparekraf dalam mempromosikan kuliner Indonesia ke luar negeri. Ini juga menjadi salah satu bagian kekuatan destinasi pariwisata yang perlu disampaikan kepada dunia,” ungkap Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya.





