Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division BTN, mengungkapkan, perkembangan pasar properti memang harus dimulai dari sekarang. Pasalnya, pengembang-pengembang telah didukung dengan pembangunan negara yang makin berkembang, baik secara infrastruktur maupun sumber daya edukasi.
Untuk mendukung hal tersebut, BTN bekerja sama dengan para pengembang pasar properti agar dapat merealisasikannya. Mereka membuat beberapa program untuk memudahkan konsumen saat membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh BTN.
Kendati demikian, masih banyak kendala yang dihadapi pihaknya dalam melakukan program tersebut. Hal ini terjadi lantaran masih banyak masyarakat yang kurang memahami terhadap bisnis properti sehingga perlu diberikan edukasi terkait ini. Oleh karenanya, Suryanti sangat mendukung pameran IPEX ini karena dapat menjadi wadah edukasi bagi masyarakat terkait investasi properti.
“Masyarakat hanya perlu diberikan informasi lebih lengkap mengenai apa yang bisa mereka dapatkan, bagaimana cara dan alasan lebih kuat mengapa properti bisa jadi salah satu cara mereka berinvestasi di masa depan,” ucap Suryanti.
Sementara itu, Agusny Gunawan selaku Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, berharap agar pameran properti ini dapat memberikan kemudahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Akan disediakan satu tempat khusus bagi calon pemilik properti untuk membandingkan langsung harga rumah yang ada sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.
“Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah artinya peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan semakin terbuka lebar,” kata Agusny.
Nantinya, pameran ini akan menghadirkan 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek. Keseluruhannya akan memberikan edukasi mengenai penyediaan properti sehingga dapat membantu perkembangan pasar properti Indonesia. Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan Rp43,21 triliun.






