Kemenpar Dorong Medan Jadi Destinasi Utama MICE Indonesia

Friday, 21 September 18 Venue

Kementerian Pariwisata terus berupaya mengembangkan kota-kota besar di Indonesia menjadi destinasi utama MICE (Meeting, Incentive, Conference and Event), termasuk Medan. Salah satu program yang dilakukan ialah mengadakan Promosi 10 Destinasi MICE di Sumatera Utara dengan mempertemukan sejumlah buyer dan seller di Medan, yang berlangsung dari 19 – 22 September 2018.

Pada hari pertama, event digelar di ballroom Grand Mercure Medan Angkasa dengan mendatangkan 51 seller dan 28 buyer dari berbagai bidang perusahaan, antara lain perbankan, asuransi, hotel, restoran, properti, otomotif, EO, PCO, dan PEO. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Taman Simalem Resort, salah satu destinasi di Sumut yang identik dengan Danau Toba.

Kiagoos Irvan Faisal, Kabid Promosi Area II Regional I Kementrian Pariwisata, mengatakan, industri MICE dewasa ini mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Hal ini ditandai dengan terpilihnya Indonesia sebagai tempat dan host pelaksanaan berbagai event internasional. Sebaiknya kota-kota besar di Indonesia dapat mengikuti jejak kota destinasi utama MICE, seperti Jakarta, Bali, juga Palembang, yang belum lama ini menunjukkan kesiapannya sebagai destinasi MICE dengan menjadi salah satu kota tuan rumah Asian Games 2018.

BACA JUGA:   Beli Stan IIMS 2017 dengan Dicicil 0 Persen

“Kita mendorong kota-kota lain seperti Medan juga bisa seperti Jakarta, Bali, dan Palembang, apalagi potensi wisata di sini sangat besar, seperti Danau Toba, atraksi budaya, wisata kuliner Medan dan budaya yang sangat beragam,” ujar Kiagoos.

Sumatera Utara memang memiliki banyak objek wisata yang menarik, seperti Danau Toba yang ditetapkan menjadi salah satu destinasi prioritas. Apalagi, destinasi ini kini sedang ditata menjadi destinasi kelas internasional melalui dibentuknya Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Semakin banyaknya rute penerbangan langsung menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu, serta Bandar Udara Silangit dan Bandar Udara Sibisa, juga menjadi nilai lebih. Ini menjadi salah satu faktor penentu untuk memenuhi syarat sebagai destinasi MICE.

“Seperti kita ketahui ada kriteria agar satu daerah itu layak menjadi destinasi MICE, yaitu 3A, yang terdiri dari atraksi, amenitas yaitu sarana dan prasarana menyangkut hotel, gedung pertemuan dan lain-lain, juga aksesibilitas. Ketiga unsur ini sudah ada di Sumut, tinggal lagi harus dikembangkan di sektor sumber daya manusia dan komitmen dari kepala daerah agar turut serta mendukung program Kemenpar di sektor MICE ini sehingga dapat bersinergi,” ujar Kiagoos.

BACA JUGA:   DatascripMall.ID Hadirkan Office Fair Selama Juni 2021

Medan sendiri termasuk dalam 10 kota utama pengembangan MICE selain Jakarta, Bali, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Manado, Semarang, dan Batam. “Kita berharap ke depannya Medan sebagai pintu gerbang pariwisata Sumatera Utara dapat menjadikan MICE sebagai salah satu potensi yang bisa digali untuk mendatangkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Kiagoos.

“Itulah alasan mengapa kita undang buyer dan seller untuk bertemu melalui table top di kota ini. Kita harapkan tentunya juga pemerintah daerah turut mendukung agar program dari Kemenpar dapat disinergikan dengan daerah,” ujar Kiagoos.

Sementara itu, Indra Sakti Mahadewa dari Inspiro selaku pelaksana event ini, mengatakan, event promosi destinasi MICE sudah dilakukan sejak tahun 2008 melalui event Indonesia Corporate Meetings dan Incentive Travel Mart (ICMITM), forum B2B MICE di Indonesia. “Tahun ini kita kembali gelar dengan tujuan yang sama, yaitu memperkenalkan kota-kota mana saja yang layak menjadi destinasi MICE, salah satunya Medan,” ujar Indra.

Para buyer dan seller yang diundang ialah corporate market yang merupakan pasar menjanjikan. Dia meyakini, dengan pengelolaan yang lebih baik untuk memfasilitasi networking antara sellers Indonesia dengan para corporate buyers, maka akan meningkatkan jumlah kegiatan MICE yang dilakukan perusahaan nasional/internasional di Indonesia.

BACA JUGA:   ICCA Forum Indonesia, Bukti Eksistensi ICCA Indonesia Committee di Mata Dunia

Stephanie, seller dari Hotel Aryaduta Medan yang ikut serta pada event ini, mengatakan, table top B2B seperti ini memudahkannya untuk bertemu dengan sejumlah pihak corporate. “Dengan bertemu langsung, kita dapat mengetahui informasi apa yang diinginkan korporat yang ingin melakukan kunjungan ke Medan. Biasanya kan sangat sulit untuk bertemu pihak penentu keputusan, di event seperti ini kita dapat langsung bertemu dan ke depannya diharapkan terjalin deal,” ujar Stephanie.

Event ini diharapkan dapat menghasilkan total transaksi sebesar Rp3,75 miliar. Memang angka itu tidak langsung dicapai pada pelaksanaan table top, melainkan setelahnya terjadi deal-deal antara perusahaan yang berkelanjutan. “Biasanya hasilnya akan dapat dirasakan langsung setelah pelaksanaan table top,” kata Indra.

Penulis: Tonggo Simangunsong