KTO Jakarta Gelar Muslim Friendly Korea Festival Secara Daring

Saturday, 17 October 20 Bonita Ningsih
Muslim Friendly Korea Festival

Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali menyelenggarakan acara Muslim Friendly Korea Festival (MFKF) dengan cara yang berbeda, yakni secara daring. Selain digelar di tengah pandemi, penyelenggaraan Muslim Friendly Korea Festival tahun ini cukup berbeda karena bertepatan dengan perayaan Bulan Korea atau Korea Month. Setiap tahunnya, Oktober selalu menjadi momen istimewa karena banyak acara bertema Korea yang disponsori oleh Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia.

Tahun ini, acara utama Muslim Friendly Korea Festival akan digelar pada 16 hingga 18 Oktober 2020, dan serangkaian aktivitas lainnya akan diselenggarakan hingga akhir Oktober 2020 secara daring. Penyelenggaraan Muslim Friendly Korea Festival tahun ini bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa Korea tetap berkomitmen terhadap perkembangan wisata ramah muslim dan juga menunggu wisatawan muslim Indonesia untuk kembali berkunjung setelah keadaan membaik.

Pesona Korea kian memikat seiring dengan semakin tersohornya budaya K-pop dan K-drama di dunia, termasuk Indonesia. Pada perkembangannya, kedua hal tersebut menjadi media yang sangat penting dalam mempromosikan pariwisata Korea ke berbagai belahan dunia. Tidak hanya dilihat dari segi budaya, Korea juga memiliki daya tarik yang kuat dari segi kuliner dan alamnya. Faktor-faktor tersebut yang menjadi magnet kuat dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk wisatawan muslim.

Tren kunjungan wisatawan muslim ke Korea cenderung meningkat setiap tahunnya sampai dengan tahun 2019 lalu. Hal tersebut juga memberikan dampak terhadap perkembangan lembaga, infrastruktur pelayanan publik, serta beragam industri ramah muslim di Korea. Sebagai contoh, pelaku usaha pariwisata di Korea, seperti hotel, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, hingga bandara, telah membangun tempat ibadah bagi umat muslim di dalamnya.

Tidak hanya itu, restoran ramah muslim pun semakin banyak dan mudah ditemui di berbagai wilayah Korea. Perkembangan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah Korea dalam mengembangkan wisata ramah muslim di negaranya sekaligus gencar mempromosikan label Muslim Friendly Korea.

Selama acara utama berlangsung, banyak kegiatan yang akan diselenggarakan, salah satunya ialah Wellness Corner. Kegiatan tersebut khusus membahas wisata wellness, yang merupakan wisata minat khusus untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan yang berkunjung ke Korea. Selain menggelar beragam kegiatan, KTO Jakarta juga akan mengadakan sesi kuis dengan hadiah menarik di dalamnya.

Byun Jung Sup, Direktur KTO Jakarta, mengatakan, Muslim Friendly Korea Festival tahun ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk perayaan Bulan Korea. Selain itu, rangkaian acara yang akan diselenggarakan Muslim Friendly Korea Festival diharapkan dapat menjadi inspirasi masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Korea setelah kondisi telah membaik.

“Khususnya bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi wisata ramah muslim dan destinasi wisata wellness untuk relaksasi setelah kepenatan di masa pandemi,” ujarnya.