Mendorong Ekonomi Digital Lokal di Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia 2017

Wednesday, 25 October 17   46 Views   0 Comments   Ahmad Baihaki
Communic dan Broadcast Indonesia
Foto: Venuemagz/Erwin

PT Pamerindo Indonesia bekerja sama dengan Singapura Exhibition Service menyelenggarakan dua pameran sekaligus dalam industri komunikasi dan teknologi informasi, yakni Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia 2017. Kedua acara tersebut berlangsung pada 25-27 Oktober 2017 di JIExpo Kemayoran.

Ben Wong, Presiden Direktur PT Pamerindo Indonesia, mengatakan, potensi peralatan penyiaran serta layanan digital bisa membantu industri nasional lebih berdaya saing di global. Seperti diketahui, pemerintah Indonesia memproyeksikan Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Pameran ini bisa menjadi platform bagi industri untuk mempelajari best practices mendapatkan wawasan baru serta teknologi terkini dari pakar internasional di industri teknologi dan penyiaran.

Turut hadir Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pada pembukaan Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia 2017. Ia mengungkapkan, target ekonomi digital Indonesia adalah US$135 miliar pada 2020, dan Kementerian Teknologi dan informatika selalu mengajak generasi milenial untuk mempersiapkan diri memajukan ekonomi digital pada tahun 2030.

“Kenapa tahun 2030 sebagai patokan? Pada tahun itu, Indonesia akan berada di puncak bonus demografi, yaitu suatu kondisi negara di mana masyarakat dilihat dari usia masa produktifnya. Bisa dibayangkan, setelah tahun 2034 akan terjadi apa apabila generasi milenial tidak mempersiapkan diri menghadapi persaingan ekonomi digital,” ujar Rudiantara.

Rudiantara mengatakan, pada tahun lalu, ekonomi Indonesia PDB-nya mencapai US$945 miliar, dan pada 2030 diperkirakan bisa menjadi US$2,4 triliun atau sama dengan seluruh ekonomi di ASEAN pada saat ini.

Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia 2017 menghadirkan 204 perusahaan dari 38 negara, di antaranya dari Singapura, Amerika Serikat, Cina, Taiwan, Jepang, dan Inggris Raya. Acara ini menampilkan teknologi komunikasi satelit, kecerdasan buatan, dan realitas maya, termasuk teknologi analisis data dan teknologi penyiaran di masa mendatang.

Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia pada 2016 diikuti 260 peserta dari 28 negara dan berhasil dikunjungi 5.800 pengunjung. Tahun ini, panitia menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 6.000 orang selama tiga hari penyelenggaraan.