Menggalakkan Produk Rotan untuk Pelestarian Hutan

Wednesday, 16 November 16   5 Views   0 Comments   Venue

Produk tradisional rotan kerap dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, produk rotan sendiri menjadi barang mahal dan banyak diminati bagi masyarakat Eropa. Demi menggalakkan kembali produk ramah lingkungan ini, Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) didukung Kementerian Perindustrian menghadirkan International Rattan Forum pada 15 November 2016 di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Listoman Tanjung, Project Director Prospect Indonesia selaku penyelenggara acara, mengatakan, International Rattan Forum ini bertujuan menghadirkan diskusi bagi pemangku stakeholder rotan di Indonesia dan dunia untuk bersama-sama mulai beralih ke arah industri rotan yang ramah lingkungan karena rotan sendiri memiliki aspek ekologis. Selain itu, industri rotan juga terbilang salah satu produk yang ekonomis dan memiliki sifat kultural. Ketiga aspek itu merupakan salah satu keunggulan dari produk rotan yang bisa menyelamatkan pelestarian hutan.

“Kalau kita sendiri tidak menggunakan produk rotan, siapa lagi yang menggunakan. Melalui International Rattan Forum ini diharapkan dapat menularkan demam penggunaan produk rotan yang bisa menyelamatkan pelestarian hutan. Jadi, tidak perlu menebang pohon untuk membuat kursi dan meja, cukup menggunakan rotan,” kata Tanjung.

Tanjung menambahkan, International Rattan Forum juga memberikan kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk memperluas jaringan bisnisnya, terutama ekspor rotan yang menjadi barang mahal bagi orang-orang Eropa dan menjadi tren bagi negara tersebut. Karena itu, orang-orang di sana ingin meminta bukti bahwa produk rotan memang suatu produk yang ramah lingkungan. Sebagai catatan, nilai ekspor rotan Indonesia pada 2015 sebesar US$225 juta, dan pada tahun ini ditargetkan meningkat 5 persen hingga 10 persen.

Tanjung menyatakan, perhelatan International Rattan Forum yang pertama ini diharapkan akan menjadi acara tahunan. International Rattan Forum diikuti kurang lebih 120 stakeholder dari Indonesia serta 30 tamu undangan dari 10 negara, antara lain dari Belanda, Italia, Amerika Serikat, Cina, dan Singapura.

Gerard G. Van Der Sar, importir rotan asal Eropa, mengatakan, menggunakan produk alami seperti rotan sedang menjadi tren di kawasan Eropa. Perlu diketahui, masyarakat Eropa menginginkan suatu produk yang ramah lingkungan. Karena itu, produk rotan perlu sertifikasi internasional sehingga produk tersebut diakui oleh dunia dan tidak diragukan lagi untuk menggunakannya.

Penulis: Ahmad Baihaki