Musim Seni Salihara 2022 Hadirkan Pertunjukan Seni Hingga Pameran

Friday, 29 July 22 Bonita Ningsih

Seiring dengan menurunnya kasus COVID-19, Komunitas Salihara Arts Center kembali menyelenggarakan acara seni budaya. Kali ini, Komunitas Salihara kembali menghadirkan Musim Seni Salihara 2022 atau MSS 2022 yang diselenggarakan pada 6 Agustus hingga 4 September 2022.

Melalui jargon “Berseni Kembali”, MSS 2022 kembali menghadirkan sebuah pertunjukan seni hingga pameran bertajuk Kelana Boneka. Pertunjukan MSS 2022 akan dimeriahkan oleh penampilan dari 14 seniman individu atau kelompok dari Indonesia maupun mancanegara. Empat seniman di antaranya merupakan tayangan arsip atau pertunjukan yang sudah pernah ditampilkan di Komunitas Salihara.

“Bersemi kembali dan berseni kembali, bukan berarti bahwa di hari-hari kemarin kita kekurangan seni, namun sudah waktunya seni mengambil tempat lagi di tengah kancah hidup kita bersama. Saat ini, kita hadir berhadapan langsung dengan karya-karya seni,” jelas Nirwan Dewanto, Direktur Program Komunitas Salihara Arts Center.

Bagi Komunitas Salihara, MSS 2022 menjadi wujud komitmen untuk terus menghidupkan semangat berseni setelah pembatasan sosial berskala besar di masa pandemi. Meskipun pandemi belum berakhir, pihaknya terus berupaya untuk memberikan perkembangan terkini dalam dunia seni tanah air kepada masyarakat umum.

BACA JUGA:   Pameran Industri Furniture dan Kerajinan IFEX Kembali Digelar Tahun 2023

Seniman Ugo Untoro mengatakan bahwa dirinya akan berkolaborasi dengan grup teater Komunitas Sakatoya dalam MSS 2022. Kolaborasi ini akan menjadi yang pertama bagi boneka Ugo Untoro untuk tampil dalam sebuah pertunjukan teater.

“Awalnya kalau tidak salah diminta untuk main sendiri padahal saya belum pernah memainkan boneka-boneka saya dalam bentuk sebuah pertunjukan. Namun, akhirnya Komunitas Salihara mempertemukan saya dengan Komunitas Sakatoya dan jadilah kami berdua berkolaborasi bersama,” ungkap Ugo.

Kolaborasi antara Ugo Untoro bersama Komunitas Sakatoya akan menghasilkan sebuah pertunjukan bernama Amongraga. Pertunjukan ini dapat disaksikan secara langsung di Komunitas Salihara setiap harinya selama acara berlangsung.

Pertunjukan seni di MSS 2022 akan dibagi menjadi tiga kategori yaitu luring (on-site), daring (online), dan pertunjukan arsip. Untuk pertunjukan luring pengunjung dapat menyaksikan Bar(u)atimur Ensemble, Fitri Setyaningsih, Josh Marcy, Komunitas Sakatoya dengan Ugo Untoro, dan Motekar.

BACA JUGA:   Jakarta Watch Exchange Show Hadirkan Berbagai Talkshow Menarik

Kemudian untuk daring ada Cloud Gate, Dewa Alit, Sinta Wullur, dan Tatiek Maliyati. Salihara juga menyediakan pertunjukan lama yang dapat disaksikan kembali dalam pertunjukan arsip yang terdiri dari Arica Theater Company, Speak Percussion, Otniel Tasman, serta Rendra Bagus Pamungkas.

Selain pertunjukan, pengunjung juga bisa menikmati pameran boneka teater Nusantara yang bisa disaksikan di Galeri Salihara. Pameran ini akan menghadirkan puluhan boneka dari sembilan seniman Indonesia seperti Boneka Koran Sena Didi Mime, Kuntilanak Miss Tjitjih, Papermoon Puppet Theatre, Wayang Baja Hitam Enthus, Wayang Faisal Kamandobat, Wayang Golek Asep Sunandara Sunarya, Wayang Golek Den Kisot, Wayang Heri Dono, dan Wayang Ukur Sukasman.

Berbeda dari penyelenggaraan tahun 2020, kali ini Musim Seni Salihara menghadirkan diskusi seni berbasis kesejarahan dengan nama Fokus!. Diskusi yang sebelumnya dikenal sebagai Zoom In Salihara ini akan diselenggarakan secara daring (online).

BACA JUGA:   #SatuDalamKopi Majukan Kopi Nusantara di Tengah Pandemi

Mengangkat tema “Pertumbuhan Teater Modern (di) Indonesia” seri diskusi daring ini akan mengajak peserta untuk mengikuti perjalanan teater di Indonesia. Mulai dari era kolonial hingga pascareformasi 1998 melalui enam sesi diskusi.

Diskusi ini akan diisi oleh tokoh-tokoh ternama dari kalangan penulis, sejarawan, pelaku seni, serta peneliti. Beberapa di antaranya adalah Arthur S. Nalan, Barbara Hatley, Benny Yohanes, Cahyaningrum Dewojati, Goenawan Mohamad, Ibed S. Yuga, Kurniasih Zaitun, M. Yoesoef, Matthew Isaac Cohen, N. Riantiarno, Slamet Rahardjo dan Yudi Ahmad Tajudin.

Seluruh jadwal pertunjukan, pemesanan tiket, dan detail acara bisa disaksikan secara lengkap di musimseni.salihara.org. Harga tiket yang ditawarkan adalah Rp100.000 untuk acara luring, Diskusi Fokus! Rp120.000 untuk 6 sesi, serta Rp35.000 untuk pameran.