Nusa Dua Light Festival 2018 Padukan Air, Api, dan Tarian

Thursday, 21 June 18   16 Views   0 Comments   Nila Sofianty
Nusa Dua Light Festival

Berbeda dengan sajian tahun sebelumnya, penyelenggaraan Nusa Dua Light Festival (NDLF) tahun 2018 kali ini lebih memikat pengunjung dengan atraksi perpaduan yang indah dari tarian air dan api. Paduan lenggak-lenggok air dan api ini disajikan tiap malam selama 35 hari penyelenggaraan Nusa Dua Light Festival sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini, yaitu “Underwater Light” dengan tagline Water, Fire, & Dance.

Atraksi air mancur menari yang baru pertama kali ditampilkan dengan memadukannya dengan tarian api ini tampak menjadi daya magnet pengunjung yang hadir saat pembukaan festival pada 11 Juni 2018 lalu. Indahnya gerakan air mancur dipadukan dengan embusan tarian api di tengah-tengah tarian air mancur tersebut memang menjadi daya tarik utama para pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara yang datang ke lokasi acara di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC),  Kabupaten Badung, Bali.

Pada acara pembukaan, Managing Director The Nusa Dua-ITDC I Wayan Karioka, mengatakan, atraksi air mancur menari berdimensi 20 x 20 meter yang mengikuti irama lagu ditambah dengan sorot lampu berbagai warna memang menjadi salah satu sajian utama penyelenggaraan acara Nusa Dua Light Festival kali ini. Air mancur menari menjadi pembeda di event tahunan Nusa Dua Light Festival kali ini.

“Poin ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan warga Bali,” ujar I Wayan Karioka.

Festival yang akan digelar selama 35 hari dari 11 Juni-15 Juli 2018 ini dikemas oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bekerja sama dengan Taman Pelangi.

Selain menampilkan beragam bentuk hiasan lampu di lokasi acara, para pengunjung juga bisa menikmati hiburan band dari artis lokal ternama dan tari tarian. Tak ketinggalan ragam kuliner juga bisa dicicipi para pengunjung yang sebagian besar disuguhkan dari sejumlah food trucks.

Bagi para keluarga yang juga membawa putra-putrinya jangan khawatir banyak ragam permainan hiburan yang pasti amat menyenangkan, seperti mobil-mobilan, trampoline, dan lainnya.

Penyelenggara acara untuk tahun ini pun menargetkan sekitar 2.000 lebih pengunjung per hari seperti tahun-tahun sebelumnya mengingat bulan Juni hingga Juli merupakan saat peak season di Bali, terutama libur sekolah.

Seperti tema yang diangkat, para pengunjung bisa menikmati puluhan lampion yang dipajang dengan sebagian besar berkonsep nuansa bawah laut, seperti ikan, terumbu karang, dan ubur-ubur.

Di samping fountain dancing yang menjadi daya tarik baru, juga menampilkan kolaborasi seni dengan desa adat penyangga sekitar, mulai dari atraksi baleganjur, band lokal, dan kesenian lainnya. Ajang festival ini diharap dapat mendongkrak tingkat hunian hotel di kawasan Nusa Dua.

“Melalui event ini, tidak hanya tingkat hunian hotel yang akan disasar. Namun yang paling utama adalah peningkatan length of stay atau lama tinggal wisatawan. Ada tiga sasaran, pertama length of stay, kedua okupansi hotel, dan ketiga pengunjung. Dengan ini, diharapkan awareness terhadap Nusa Dua bisa semakin luas,” tandas Wayan Karioka.