Pelaksanaan IFRA Siap Dengan Protokol New Normal

Tuesday, 09 June 20 Bonita Ningsih
antrean pengunjung pameran IFRA di ticket booth yang ramai

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini memasuki fase transisi selama bulan Juni. Pemerintah pun sedang menyiapkan protokol aktivitas masyarakat dalam menjalani new normal di tengah pandemi COVID-19 yang akan diterapkan usai PSBB berakhir.

Berbagai kegiatan sosial dan ekonomi secara bertahap sudah mulai dilakukan dengan mengutamakan kesehatan dan kebersihan di dalamnya. Melihat kondisi tersebut, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI), dan Dyandra Promosindo selaku penyelenggara pameran International Franchise, License, and Business Concept Expo & Conference (IFRA) menyatakan telah bersiap diri menghadapi kenormalan baru saat menggelar pameran mendatang.

Meskipun telah siap menggelar pameran, pihak penyelenggara masih melihat perkembangan dari situasi new normal yang terjadi di Indonesia.

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan, jika IFRA akan tetap terlaksana, pihaknya akan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Saat ini yang dilakukan ialah mengikuti perkembangan kebijakan dari pemerintah terhadap bisnis pameran yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta.

“Kami akan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, misalnya saja penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, crowd management dengan pembatasan jumlah pengunjung, serta penjualan tiket masuk secara online,” ujar Kohen, begitu sapaan akrabnya.

Menurut Kohen, keberadaan IFRA saat ini menjadi sesuatu yang paling ditunggu masyarakat, khususnya yang ingin belajar bisnis waralaba. Pameran dan konferensi lisensi dan waralaba ini membuka potensi bisnis baru, yaitu arena-arena penunjang bisnis waralaba, seperti arena baru untuk lisensi, arena peralatan rumah tangga, hingga arena peralatan pendukung waralaba.

IFRA juga akan menjadi salah satu wadah yang dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi bangsa dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru di Indonesia.

“IFRA ini membuka banyak peluang bisnis, mulai dari franchise, lisensi merek, dan juga tentunya melahirkan banyak entrepreneur baru,” dia menambahkan.

Halaman : 12