Planet Tourism Indonesia 2020 Hadirkan 33 Pembicara Internasional

Wednesday, 29 July 20 Bonita Ningsih
Planet Tourism Indonesia 2020

Untuk pertama kalinya, MarkPlus Tourism menyelenggarakan kegiatan konferensi tingkat internasional yang diberi nama Planet Tourism Indonesia 2020. Planet Tourism Indonesia 2020 digelar secara daring melalui Hopin pada 29 Juli 2020.

Penyelenggaraan Planet Tourism Indonesia 2020 merupakan jawaban atas dampak COVID-19 terhadap industri pariwisata dunia. Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus Tourism, mengatakan, kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi pelaku industri pariwisata untuk keberlangsungan bisnisnya.

“Pemain di industri ini yang bergabung di acara ini tentu akan mendapatkan knowledge dan insight terbaru terkait cara membangkitkan kembali pariwisata di era COVID-19,” ujar Hermawan.

Ia mengatakan, selain harus mempertahankan bisnis pariwisata, saat ini para pelaku harus mempersiapkan diri untuk menyambut kembali pembukaan pintu pariwisata serta memiliki rencana dan strategi yang matang agar dapat menyambut wisatawan secara baik.

“Khususnya itu memaksimalkan kunjungan turis lokal terlebih dahulu, setelah itu baru memaksimalkan kunjungan turis mancanegara,” Hermawan menambahkan.

Pembicara yang hadir dalam Planet Tourism Indonesia 2020 berasal dari pelaku pariwisata nasional maupun internasional, di antaranya Wiratno selaku Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Frans Teguh sebagai Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Mario Hardy selaku CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) dan Randy Durband selaku CEO Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Setidaknya ada sekitar 33 pembicara yang mengisi kegiatan ini secara virtual mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Jumlah pesertanya sendiri berkisar 750 orang.

“Kita gelar acara ini secara virtual karena kondisi saat ini yang paling memungkinkan ya secara online. Selain itu, dengan online kita bisa menjangkau lebih banyak peserta lagi, buktinya sudah ada peserta dari luar negeri yang berpartisipasi, seperti dari negara Malaysia,” jelasnya lagi.