BerandaEventR.E.D Tampilkan Furnitur dari Bahan Daur Ulang

R.E.D Tampilkan Furnitur dari Bahan Daur Ulang

Published on

spot_img

Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2019 yang menghadirkan lebih dari 600 peserta ternyata memiliki keunikan masing-masing. Salah satu peserta pameran dari Yogyakarta, R.E.D (Reclaimed Exotic Desirables), menghasilkan banyak furnitur dari bahan daur ulang.

Rahardhaniek, Sales dan Marketing R.E.D, mengatakan, bahan yang digunakan untuk membuat produknya berasal dari kayu-kayu rumah tua yang sudah tidak terpakai lagi. Berbahan dasar kayu jati dan kayu jawa, pihaknya membuat banyak furnitur di dalam ruangan, seperti meja, kursi, lemari, kabinet televisi, lampu, vas bunga, dan beberapa interior indoor lainnya.

“Semuanya dari recycle wood. Jadi, tidak menebang buat mendapatkan kayunya. Kalau kayu jawa dari Palembang, dan kayu jati dari Pulau Jawa,” kata Dian.

BACA JUGA:  ASTINDO Hybrid Travel Fair 2022 Targetkan Rp68 Miliar Transaksi

Selain untuk menjaga alam, pemilihan bahan daur ulang dilakukan agar produk yang dihasilkan kuat dan tahan lama. Setiap furnitur yang diciptakan juga memiliki pesona menarik karena kayu-kayu yang digunakan memiliki karakter unik tersendiri.

“Barang-barang yang dihasilkan itu seperti natural dan alami. Makanya kita memilih daur ulang dari kayu-kayu rumah tua. Jadi, pengrajin kita itu memanfaatkan karakteristik dari kayu-kayu tua itu. Jadi noda asli pada kayu dan retakan-retakan kayu itu masih dapat kita lihat,” katanya lagi.

BACA JUGA:  IIMS 2023 Dukung Percepatan Kendaraan Listrik

Keunikan yang dihasilkan itu membuat R.E.D berani menampilkan produk-produknya di pameran IFEX. Bahkan, tahun ini merupakan kali keempat pihaknya membuka stan di pameran IFEX 2019.

“Kita lihat ada peluang di sini. Apalagi yang datang kebanyakan orang dari luar negeri ya karena memang target pemasaran kita itu orang luar, seperti dari Eropa, Amerika, Cina, dan Australia,” ujar Dani.

Menurutnya, orang Indonesia masih belum tertarik dengan barang-barang natural atau alami seperti yang dihasilkan R.E.D. Pasalnya, harga yang ditawarkan untuk barang tersebut memang lebih mahal dari barang yang biasa dipasarkan di Indonesia.

BACA JUGA:  Woman Half Marathon 2024 akan Diikuti 5.000 Perempuan Pelari dari 14 Negara

“Orang lokal maunya pakai barang ekonomis dari Jepara, dan mereka itu enggak terlalu concern dengan barang interior seperti ini. Jadi, wajar saja kebanyakan pembeli di sini itu asing,” ucapnya.

Bahkan, menurutnya, transaksi di IFEX 2019 ini mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Dian menjelaskan, hingga hari ketiga ini transaksinya sudah naik 30 hingga 50 persen dari tahun sebelumnya.

“Dulu kan para buyer pada ke Singapura buat pameran, tapi sekarang pindah ke sini semua karena di sana pamerannya sudah mati. Jadi, tahun ini memang lebih banyak buyer-nya,” ungkapnya.

Harga yang ditawarkan mulai dari US$8 hingga US$400. Menurutnya, barang yang paling diminati pembeli adalah meja makan dari kayu jati dengan kisaran harga US$280.

Sinergi Pariwisata dan Olahraga, Artotel Group Dukung Pengembangan Empat Kawasan di Jawa Barat

Jakarta, Venuemagz.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia telah sukses menggelar Indonesia Sports...

Dorong Inovasi F&B, éL Hotel Bandung Gelar Solarium Bar Take Over with Mozzar

Bandung, Venuemagz.com - éL Hotel Bandung kembali menghadirkan inovasi baru untuk layanan Food &...

Formula 1 Dorong Kunjungan Turis ke Malaysia dan Singapura

Jakarta, Venuemagz.com -- Ajang balap mobil Formula 1 akan kembali digelar di Malaysia pada...

Cosmobeauté Indonesia 2026 Segera Digelar, Hadirkan Kelas Kecantikan Bagi Disabilitas hingga AI

Tangerang, Venuemagz.com - Industri kosmetik Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan semakin bertambahnya jumlah...

R.E.D Siapkan Makanan Gratis di IFEX 2019

Pergelaran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2019 akan segera berakhir. Di hari terakhir ini akan...

Pameran IFEX 2019 Hadirkan Pengunjung dari 127 Negara

Indonesia International Furniture Expo (IFEX) kembali digelar pada 11 hingga 14 Maret 2019. Pameran mebel dan...

Craftnation Khusus Tampilkan Kerajinan Khas Indonesia

Nilai ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia ditargetkan mencapai US$3 miliar pada tahun 2019....