Table Top Industri Pernikahan Pertama di Indonesia

Wednesday, 25 December 19 Bonita Ningsih

Berawal dari sulitnya mendapatkan informasi mengenai venue pernikahan dalam waktu singkat, Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (HASTANA) akhirnya mengadakan Indonesia Wedding Business Summit (IWBS) yang akan digelar pada 11-12 Februari 2020. Acara yang baru diselenggarakan pertama kalinya ini akan digelar di Mutiara Grand Ballroom The Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta.

Gandy Priapratama, Ketua Umum HASTANA Indonesia, mengatakan, selama ini pihaknya membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan data venue pernikahan yang ada di Indonesia. Ia bersama tim harus menemui satu per satu hotel dan venue untuk dimintai datanya yang berhubungan dengan industri pernikahan.

“Kami ini butuh database setiap hotel dan venue pernikahan, tetapi masalahnya kami tidak punya banyak waktu untuk mendatangi mereka satu per satu. Dari situlah ide membuat acara ini tercetus,” kata Gandy.

Acara ini dibuat sebagai langkah mempersingkat waktu bagi HASTANA dan para pelaku industri pernikahan untuk mendapatkan database venue pernikahan. Oleh karenanya, Gandy meminta seluruh anggotanya untuk ikut andil dalam acara ini agar mendapatkan benefit yang luar biasa.

BACA JUGA:   Golf, Pemikat Kunjungan Wisman ke Indonesia

“Ternyata pihak hotel juga banyak yang membutuhkan data para wedding organizer untuk menunjang tempatnya. Jadi, kita ini sebenarnya saling membutuhkan dan kenapa tidak dipersatukan dalam satu acara saja, yakni IWBS 2020?,” ujar Gandy.

Dalam penyelenggaraannya, HASTANA menggandeng Indonesia Professional Organizers Society (IPOS) untuk menghadirkan Indonesia Wedding Business Summit 2020. Acara ini merupakan sebuah forum bisnis (B2B) yang berhubungan dengan seluruh pemangku kepentingan di industri pernikahan.

“Ini tidak seperti wedding expo pada umumnya. Biasanya mereka itu B2C, tapi kita hadirkan berupa B2B. Konsep B2B khusus industri pernikahan ini bisa dibilang belum pernah ada di Asia Pasifik,” ujar Harry D. Nugraha, Founder IPOS.

BACA JUGA:   Tuan Rumah Juara Etape Pertama Musi Triboatton 2016

Indonesia Wedding Business Summit 2020 akan mempertemukan seller dan buyer yang berhubungan langsung dengan industri pernikahan di dalam satu forum. Seller yang akan dihadirkan berasal dari hotel dan venue pernikahan, sedangkan buyer IWBS merupakan wedding organizer, wedding planners, dan semua pihak yang membutuhkan venue pernikahan.

“Di hari pertama kita akan ada table top dan rencananya seller yang akan mendatangi buyer-nya. Jadi, buyer cukup duduk saja di bangku yang sudah kita sediakan,” katanya.

Acara ini juga akan menghadirkan dialog interaktif yang menyajikan gagasan baru dari industri pernikahan di Indonesia. IWBS juga akan menantang semua peserta acara untuk aktif mengambil bagian di setiap sesi yang disampaikan.

“Misalnya saja tentang tren pernikahan yang akan terjadi di tahun 2020. Itu menarik untuk diperbincangkan,” lanjut Harry.

Dalam IWBS 2020 mendatang, Harry menargetkan dapat mendatangkan 220 delegasi yang berasal dari seller dan buyer, dengan rincian 55 seller dan 55 buyer.

BACA JUGA:   Indonesia Wedding Business Summit 2020, Forum B2B Pernikahan Pertama di Indonesia

“Jadi, satu vendor itu untuk dua orang. Berarti minimal seller yang datang itu 110 orang dan buyer yang datang 110 orang,” dia menambahkan.

Harry berharap ke depannya dapat terus menghadirkan IWBS setiap tahunnya. Menurutnya, industri pernikahan merupakan bisnis yang tidak akan pernah mati sehingga diperlukan acara seperti ini untuk menjadi pendukung di dalamnya.

“Ini bisa dilihat dari pendapatan HASTANA yang sangat tinggi. Mereka mampu mendapatkan pendapatan US$7 miliar tahun lalu, itu sangat luar biasa,” ucapnya.