Vietnam Minati Obat dari Indonesia

Wednesday, 11 December 19 Herry Drajat
Vietnam Expo 2019

Pertumbuhan ekonomi Vietnam dalam sembilan bulan pertama 2019 hampir menyentuh 7 persen, namun secara kumulatif tumbuh sebesar 6,98 persen. Hal ini menjadikan Vietnam sebagai negara ASEAN dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi diikuti kecenderungan masyarakat Vietnam untuk mengonsumsi produk impor, hal ini tentunya merupakan peluang bagi ekspor produk-produk Indonesia.

Untuk mengenalkan produk-produk Indonesia pada masyarakat Vietnam, Kementerian Perdagangan RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional bekerja sama dengan Atase Perdagangan RI di Hanoi berpartisipasi pada pameran Vietnam Expo yang berlangsung pada 4-7 Desember 2019 di Saigon Exhibition & Convention Center (SECC), Ho Chi Minh City, Vietnam.

Dengan mengusung tema “Trade with Indonesia”, paviliun Indonesia yang menempati lahan seluas 54 meter persegi menampilkan produk-produk dari tujuh perusahaan, di antaranya adalah PT Universal Abrasivindo Industrial (produk amplas), CV Bali Bakti Anggara (produk home décor), PT Irawan Djaja Agung (produk obat-obatan over the counter/OTC), CV Jaya Abadi (produk makanan ringan), PT Dexa Medica (produk farmasi), PT Aquasolve Sanaria (produk makanan sehat), dan PT Gloria Origita Cosmetics (produk kosmetik).

Mohamad Iqbal Djamil, Atase Perdagangan RI di Hanoi, mengatakan, beberapa produk Indonesia pada umumnya belum terlalu dikenal oleh masyarakat Vietnam, karenanya Vietnam Expo adalah salah satu sarana yang tepat untuk mengenalkan produk Indonesia.

“Partisipasi Indonesia dalam pameran ini sangat tepat karena dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk pengenalan, promosi, dan edukasi terhadap produk Indonesia,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Dody Edward, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, menambahkan, keikutsertaan Indonesia dalam ajang Vietnam Expo adalah salah satu strategi dari pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia.

“Keikutsertaan Indonesia di Vietnam Expo merupakan bagian dari strategi peningkatan ekspor Indonesia, salah satunya dengan menyasar pasar nontradisional,” jelas Dody.

Paviliun Indonesia berhasil meraih transaksi sebesar US$691,89 juta. Nilai tersebut berasal dari transaksi ritel dan kontak dagang. Nilai transaksi tersebut dapat terus bertambah seiring dengan tindak lanjut inquiry dari para peserta pameran.

“Produk yang paling diminati adalah obat-obatan. Permintaan produk obat-obatan itu tidak hanya datang dari importir dan distributor asal Vietnam, tetapi juga dari Arab Saudi,” jelas Dody.

Vietnam Expo adalah pameran tahunan berskala internasional yang menampilkan berbagai produk dari berbagai sektor yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Vietnam Expo 2019 juga dilaksanakan paralel dengan International Exhibition on Hardware and Hand Tools 2019. Pameran kali ini diikuti 850 peserta dari 18 negara, yaitu Inggris, India, Taiwan, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Jepang, Filipina, Singapura, Hong Kong, Spanyol, Thailand, Swiss, Tiongkok, Amerika Serikat, Indonesia, dan Vietnam.