BerandaFeatureEnam Pendekatan Kesehatan Untuk Pemulihan Pariwisata

Enam Pendekatan Kesehatan Untuk Pemulihan Pariwisata

Published on

spot_img

Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya untuk membantu pemerintah dalam memulihkan industri pariwisata di tengah pandemi COVID-19. Beberapa cara yang telah dilakukan ialah melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) hingga menyampaikan informasi ke publik terkait program yang dilakukan untuk penanganan COVID-19.

Bentuk sosialisasi yang dilakukan berupa diskusi serta webinar yang dapat diakses oleh masyarakat umum secara gratis melalui media sosial milik Kemenparekraf. Salah satu webinar yang baru saja diadakan bertema “Strategi Pemulihan ‘Bounce Back Quickly’ Pariwisata di Masa Pandemi” dengan narasumber dari berbagai kalangan. Webinar ini diisi oleh pembicara dari Kemenparekraf, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dokter spesialis, dan juga influencer ternama.

“Protokol CHSE memang menjadi payung kita saat ini untuk menangani COVID-19. Oleh karena itu, kita harus konsisten dan gencar melakukan follow up terkait hal tersebut dengan berbagai webinar, salah satunya ini,” kata Agustini Rahayu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf.

BACA JUGA:  Andhy Irawan: Mengubah yang Tidak Tepat Menjadi Tepat

Pada kesempatan kali ini, Kemenparekraf mengundang dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog, Dirga Sakti Rambe, sebagai salah satu pembicara. Menurut Dirga, peran protokol CHSE sangat penting diketahui dan dilakukan masyarakat luas untuk membantu pemerintah dalam menangani COVID-19. Apalagi, saat ini Kemenparekraf tengah berupaya untuk membangun kembali bisnis pariwisata di Indonesia.

“Untuk membangun pariwisata kita kembali, yang paling dibutuhkan ialah membangun kepercayaan publik dengan protokol kesehatan yang ketat di seluruh bidang. Aturan-aturan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan dan rekomendasi umum harus diterapkan, seperti memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan tidak bepergian saat sakit,” jelas Dirga.

Dirga menambahkan, dalam membangun kepercayaan terhadap masyarakat dibutuhkan usaha yang besar agar dapat mencapai satu tujuan yang sama. Menurutnya, ada enam pendekatan yang dapat dilakukan pemerintah untuk mencapai hal tersebut, yaitu:

BACA JUGA:  MICE Indonesia 2020

1. Mengintegrasikan indikator epidemiologi dalam pariwisata

Epidemiologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang pola penyebaran penyakit atau kejadian yang berhubungan dengan kesehatan beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Ilmu ini sangat bermanfaat untuk memetakan pola penyebaran COVID-19.

2. Mengimplementasikan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat di semua tempat

“Masyarakat diminta untuk melakukan protokol dengan sungguh-sungguh mulai dari keluar rumah, di tempat tujuan, hingga balik lagi ke rumah,” ujarnya.

3. Memastikan keselamatan dan keamanan selama pandemi

Dalam konteks pariwisata, keamanan kesehatan yang harus dilindungi ada tiga pihak, yakni dari segi pelancong, para pekerja pariwisata, dan juga masyarakat sekitar. Pasalnya, di industri pariwisata terdapat banyak pihak yang terlibat sehingga harus benar-benar diperhatikan protokolnya agar tidak tertular atau menularkan satu sama lain.

BACA JUGA:  Nasib MICE Pasca Jokowi

4. Komunikasi risiko dan keterlibatan masyarakat

Dirga mengakui, keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi protokol CHSE masih kurang mendalam. Oleh karena itu, pemerintah dan stakeholder terkait lainnya harus aktif berkomunikasi dengan masyarakat tentang risiko penularan COVID-19 secara proporsional.

5. Memanfaatkan inovasi dan digital

“Di era seperti ini, kita dipaksa untuk beralih ke serba digital dan serba touchless. Sekarang, kita tidak mau lagi memegang sesuatu di tempat umum dengan tangan, makanya dibutuhkan bantuan teknologi ini,” ucapnya lagi.

6. Kolaborasi yang baik

Kunci utama sebuah keberhasilan ialah kolaborasi antar-pihak terkait, seperti yang dilakukan dalam webinar ini. Tujuannya ialah untuk menjangkau masyarakat dan pelaku parekraf yang lebih luas lagi.

spot_img

Destinasi Long Weekend Idul Adha 2026, Momentum Ideal untuk Incentive Trip dan Small-Scale MICE

Jakarta, Venuemagz.com - Pekan ini jadi salah satu momen long weekend yang paling dinanti...

Swiss-Belhotel Sambut Libur Sekolah dengan Banjir Diskon dan Fasilitas Anak

Jakarta, Venuemagz.com - Grup manajemen perhotelan global, Swiss-Belhotel International (SBI), terus menghadirkan inisiatif baru...

Nakhoda Baru Ascott Jakarta: Wissam Aboujaoude Siap Bawa Perspektif Global dalam Pelayanan 

Jakarta, Venuemagz.com - Ascott Jakarta memperkenalkan General Manager terbarunya yang dijabat oleh Wissam Aboujaoude....

IPOS Siapkan Platform B2B Digital, Transaksi Akan Berlangsung Setiap Hari

Jakarta, Venuemagz.com -- Harry Dwi Nugraha, Pendiri IPOS (Indonesia Professional Organizer Society), mengungkapkan rencana...

Destinasi Long Weekend Idul Adha 2026, Momentum Ideal untuk Incentive Trip dan Small-Scale MICE

Jakarta, Venuemagz.com - Pekan ini jadi salah satu momen long weekend yang paling dinanti...

Swiss-Belhotel Sambut Libur Sekolah dengan Banjir Diskon dan Fasilitas Anak

Jakarta, Venuemagz.com - Grup manajemen perhotelan global, Swiss-Belhotel International (SBI), terus menghadirkan inisiatif baru...

Nakhoda Baru Ascott Jakarta: Wissam Aboujaoude Siap Bawa Perspektif Global dalam Pelayanan 

Jakarta, Venuemagz.com - Ascott Jakarta memperkenalkan General Manager terbarunya yang dijabat oleh Wissam Aboujaoude....