Kontribusi Singapore Airlines Group terhadap pariwisata Indonesia diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia mencapai target kunjungan 17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026.
Jakarta, Venuemagz.com – Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, konektivitas udara menjadi faktor krusial untuk bepergian. Tanpa dukungan penerbangan yang memadai, pergerakan manusia tentu akan semakin terbatas. Tak hanya pergerakan manusia di dalam negeri yang terbatas, tapi juga arus wisatawan dari luar negeri ke Indonesia ikut berkurang.
Dalam kegiatan ASEAN Tourism Forum 2026 yang diselenggarakan pada 28-30 Januari 2026 di Cebu, Filipina, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Ni Made Ayu Marthini mengatakan bahwa jumlah penerbangan internasional ke Indonesia belum pulih ke level sebelum pandemi.
“Sebelum COVID, ada sekitar 650 pesawat yang beroperasi ke Indonesia. Sekarang, jumlahnya hanya sekitar 350 pesawat. Kami masih kekurangan pesawat,” ujar Made Marthini.
Minimnya jumlah penerbangan internasional tersebut tentu menjadi hambatan berat bagi Indonesia yang pada tahun 2026 menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menyentuh angka antara 16 juta orang hingga 17,6 juta orang.
Dari ASEAN untuk ASEAN
Made Marthini menambahkan, ASEAN merupakan mitra strategis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia. Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, ASEAN menjadi penyumbang wisatawan terbesar bagi Indonesia.
Pada 2024, jumlah turis dari ASEAN ke Indonesia mencapai 4.303.772. Lalu, dari Januari hingga November 2025, jumlah wisatawan dari ASEAN mencapai 5,68 juta wisman, atau sekitar 40 persen dari total wisman yang datang ke Indonesia.
Malaysia, Singapura, dan Timor Leste menjadi penyumbang wisatawan terbesar dari ASEAN selama tiga tahun terakhir.
“ASEAN tidak hanya menjadi market penting bagi kami, melainkan sudah menjadi jantung bagi pariwisata kami. Dari 2023-2025, ASEAN selalu menjadi penyumbang wisatawan terbanyak bagi Indonesia,” ujar Made.
Pentingnya wisatawan dari ASEAN tidak hanya berlaku bagi Indonesia, tapi juga berlaku kebalikannya. Sebagai sesama “saudara” atau SEAblings, perjalanan pariwisata intra-ASEAN menjadi salah satu penyumbang ekonomi yang besar bagi negara terkait.
Misalnya, Indonesia menjadi penyumbang wisatawan yang terbanyak bagi Singapura dan Malaysia. Begitu juga sebaliknya. Wisatawan Malaysia dan Singapura banyak yang berkunjung ke Indonesia.
Kwan Su Min, Director Communications Singapore Tourism Board, mengatakan, tiga negara utama yang menyumbang wisatawan internasional terbanyak ke Singapura pada periode Januari-November 2025 adalah China dengan 3,1 juta orang, diikuti oleh Indonesia (2,4 juta orang) dan Malaysia (1,3 juta orang)
Sementara bagi Malaysia, lima negara utama yang menjadi penyumbang turis terbesar adalah Singapura dengan 21,1 juta wisman, diikuti oleh China (4,7 juta), Indonesia (4,3 juta), Thailand (2,5 juta), dan Brunei (1,6 juta).
Dalam kegiatan ASEAN Tourism Forum 2026, Jamilah Abdul Halim, Senior Deputy Director International Promotion Division Southeast Asia Tourism Malaysia, mengatakan, “Target market utama Malaysia tentu saja negara-negara tetangga, yaitu ASEAN, khususnya Singapura, Indonesia, Thailand, Brunei, Filipina, dan Vietnam. Kami sudah menyiapkan sales mission ke seluruh negara tersebut.”
Memperkuat Konektivitas Udara
Konektivitas udara menjadi kunci penting untuk mendatangkan lebih banyak kunjungan wisatawan internasional. Made Marthini mengatakan, untuk mencapai target jumlah kunjungan pada 2016, Indonesia akan fokus mengembangkan pariwisata berkualitas, menjalin kolaborasi lebih kuat dengan mitra di ASEAN, serta memperkuat konektivitas di Asia Tenggara.
Sejak tahun lalu, maskapai Scoot juga mulai membuka banyak rute baru ke kota-kota di Indonesia. Per Januari 2026, Scoot sudah menghubungkan langsung Singapura dengan 14 kota di Indonesia, yaitu Balikpapan (4 penerbangan per minggu), Denpasar (28 penerbangan per minggu), Jakarta (28 penerbangan per minggu), Kertajati (2 penerbangan per minggu), Labuan Bajo (2 penerbangan per minggu), Lombok (4 penerbangan per minggu), Makassar (4 penerbangan per minggu), Manado (6 penerbangan per minggu), Padang (3 penerbangan per minggu), Palembang (4 penerbangan per minggu), Pekanbaru (5 penerbangan per minggu), Semarang (4 penerbangan per minggu), Surabaya (12 penerbangan per minggu), dan Yogyakarta (9 penerbangan per minggu).
Sebagai bagian dari Singapore Airlines Group, jangkauan Scoot tidak hanya menghubungkan Indonesia dengan Singapura, tapi juga dengan banyak negara dan kota lain di berbagai belahan dunia. Karenanya, kunjungan wisatawan internasional ke Indonesia akan menjadi semakin mudah berkat konektivitas antara Scoot dan jaringan Singapore Airlines.

Karenanya, penambahan rute pesawat yang menghubungkan negara-negara di ASEAN menjadi faktor penting bagi pergerakan wisatawan di Asia Tenggara. Hal tersebut tak hanya berlaku bagi wisatawan intra-ASEAN, tapi juga memudahkan wisatawan dari luar ASEAN untuk berwisata mengelilingi negara-negara di ASEAN.
Dona Yuliana, Senior Manager Tourism Business (MICE) Singapore Tourism Board Jakarta, mengatakan bahwa pembukaan banyak rute Scoot ke Indonesia tidak hanya memudahkan wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Singapura, tapi juga akan membuka lebih banyak kunjungan turis dari Singapura ke kota-kota di Indonesia selain Jakarta dan Bali yang sudah populer.
Dengan adanya tambahan konektivitas udara yang banyak dari Scoot, perjalanan wisatawan ASEAN ke Indonesia tidak lagi terpusat ke Jakarta dan Bali, tapi juga akan meningkatkan sektor pariwisata di daerah-daerah potensial yang sebelumnya kurang terekspos ke dunia internasional.
“Karena itu, Indonesia mengombinasikan tiga strategi, yaitu ASEAN origin, Asian destination, dan others seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Amerika Latin. Untuk turis dari negara-negara Eropa dan Barat menjadi sumber length of stay yang bagus. Kemudian, Indonesia membutuhkan ASEAN untuk turis repeater. Karenanya, saya senang mulai banyak orang Malaysia datang ke Indonesia. Kita perlu kerja lebih keras untuk menghadirkan turis dari Vietnam dan Thailand. Karenanya, saya mengundang negara-negara tetangga di ASEAN untuk mengunjungi Indonesia,” ujar Made.





