Jakarta, Venuemagz.com — Wisata mewah (luxury travel) di Asia terus berkembang seiring melonjaknya permintaan kapal pesiar dan penginapan berbasis pengalaman. Meskipun tidak semuanya adalah Crazy Rich Asians, tapi para wisatawan di Asia Pasifik ini sangat antusias dengan pengalaman mewah.
Menurut laporan Asia Pacific Luxury Travel Market 2024-2030 oleh Grand View Research, pasar pariwisata mewah di wilayah Asia Pasifik bernilai US$270,64 miliar pada akhir 2023 dan akan tumbuh 8,6 persen hingga akhir dekade ini.
Pasar pariwisata mewah Asia menyumbang 19,7 persen dari total nilai pasar pariwisata mewah global setiap tahunnya, terutama didorong oleh pertumbuhan ekonomi cepat, pendapatan yang lebih besar, waktu luang yang lebih banyak, serta promosi agresif dari badan pariwisata di seluruh wilayah sejak akhir pandemi.
Ada tiga tren signifikan yang akan memengaruhi pasar pariwisata mewah di Asia Pasifik sepanjang 2026.
Wisata Kapal Pesiar
Wisata kapal pesiar semakin populer di kalangan turis Asia, terutama wisatawan kelas atas. Kapal pesiar dengan cepat menjadi pilihan bagi mereka yang berduit karena menawarkan pendekatan elegan, bahkan bergengsi, dan sangat imersif untuk bepergian keliling dunia.
Permintaan yang meningkat untuk opsi perjalanan berbasis pengalaman juga berperan dalam popularitas kapal pesiar mewah, ditambah penawaran khas wilayah dari perusahaan terkemuka seperti Royal Caribbean serta lini mewah seperti Oceania Cruises dan Cunard.
Tamu kapal pesiar mendapatkan standar yang sulit ditemukan bahkan di hotel paling elegan di daratan. Kapal pesiar domestik dari perusahaan seperti Bhaya Cruises di Vietnam dan Murray River Paddlesteamers di Australia juga menaikkan standar kapal pesiar teluk dan sungai, menawarkan kemewahan elegan yang belum dikenal.
Wisata Kesehatan
Pada Oktober 2025, Otoritas Pariwisata Thailand memperkenalkan kampanye tematik baru Healing is the New Luxury. Namun, konsep penyembuhan sebagai pengalaman mewah melampaui pantai Thailand, mengingat lokasi seperti Bali di Indonesia menaikkan standar liburan spa mewah, dan resor mewah seperti Anya di Filipina menawarkan program penyembuhan dan kesehatan ekstensif di lokasi mereka.
Konsep ini semakin meluas dengan potensi wisata medis di Asia Pasifik. Negara pegunungan Bhutan juga turut menggarap wisata kesehatan, menawarkan detoks destinasi dari kehidupan sehari-hari, menggabungkan prosedur medis yang diawasi profesional, reset spiritual, dan akomodasi elegan untuk menarik turis dari seluruh dunia.
Wisata Berbasis Pengalaman
Meskipun masalah overtourism terjadi di Asia Timur, ada permintaan yang lebih besar untuk perjalanan wisata berbasis pengalaman di seluruh Asia. Wisatawan ingin pengalaman autentik yang lebih dalam, dengan kemampuan meresapi kekayaan budaya suatu negara.
Bagi yang mencari pengalaman berkualitas, ini berarti memesan tur yang memungkinkan wisatawan merasakan gaya hidup lokal. Jepang telah melakukannya melalui ryokan, penginapan tradisional yang menawarkan kenyamanan dan fasilitas seperti rumah tradisional.
Korea Selatan juga ikut tren pengalaman imersif, dengan agen perjalanan menawarkan tur mewah hingga dua minggu, mencicipi masakan lokal, mendalami budaya Korea, dan menikmati Korea secara mendalam di luar sekadar memakai hanbok dan berfoto di kuil.





