Jakarta, VenueMagz.com – Tim AeroPulse dari Macau University of Science and Technology (MUST) mencuri perhatian pada ajang Asia MICE Youth Challenge 2025 dengan proyek bertajuk “Macau Skyline Eco-Innovation”.
Melalui ide futuristik yang memadukan teknologi drone, AI, dan konsep low altitude economy, mereka menghadirkan visi baru tentang bagaimana kota Macau bisa menjadi pusat inovasi untuk industri MICE Asia di masa depan.
Dalam presentasi berdurasi sekitar enam menit, tim AeroPulse mengajak para juri dan audien membayangkan sebuah Drone Summit internasional bertema “Macau Skyline Eco-Innovation Summit 2026”, di mana seluruh elemen acara dikonsepkan secara cerdas dan berkelanjutan.
Proyek ini bukan sekadar konsep pameran teknologi, tetapi juga gambaran bagaimana ekonomi yang terbang rendah (low altitude economy) dapat menjadi tulang punggung baru bagi industri MICE dan pariwisata Asia.
Macau Sebagai Laboratorium Dunia untuk Low Altitude Economy
Dalam paparannya, AeroPulse menjelaskan bahwa Macau memiliki keunggulan geografis dan regulasi yang menjadikannya lokasi ideal untuk menguji dan mengembangkan ekosistem drone global.
Melalui proyek Macau Skyline Eco-Innovation, mereka ingin menciptakan platform kolaborasi internasional yang mempertemukan industri manufaktur drone, pengembang AI, dan penyelenggara acara MICE.
Summit yang mereka rancang bahkan mencakup simulasi drone delivery service bagi peserta, pameran produk inovatif, hingga hybrid drone show di atas langit Macau yang menghadirkan pengalaman yang disebut mereka sebagai “Tech plus scenario immersive delight“.
AeroPulse percaya, pendekatan ini akan menempatkan Macau sebagai pionir dalam mengintegrasikan teknologi drone dengan sektor event dan pariwisata.
Tonton Full Video Presentasi di sini: https://youtu.be/XjDI-N-EQak
Selain itu, mereka juga memperkenalkan aplikasi pintar berbasis AI Assistant yang berfungsi sebagai panduan interaktif selama acara. Aplikasi ini memungkinkan peserta untuk menjelajahi berbagai forum, memilih sesi yang relevan, dan berinteraksi dengan topik seputar low altitude economy, intelligent manufacturing, dan cooperation standardization lintas negara.
Menuju Ekonomi Baru yang Cerdas dan Berkelanjutan
Menurut tim AeroPulse, Macau Skyline Eco-Innovation Summit tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang sustainability dan kolaborasi internasional. Mereka menekankan pentingnya membangun standar bersama (unified standards) di industri drone agar penerapan low altitude economy dapat berlangsung secara aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Summit yang direncanakan pada 20-22 Oktober 2026 di Macau ini akan menghadirkan lebih dari 1.000 peserta, termasuk 30 persen delegasi internasional. AeroPulse juga menyiapkan model bisnis yang matang dengan tiga tingkatan sponsor, yaitu silver, gold, dan platinum, yang masing-masing mendapat akses berbeda dalam hal promosi dan paparan merek.
Bahkan, tanpa sponsor sekalipun, proyek ini diklaim sudah mampu break even point (BEP), menandakan kematangan finansial dari konsep yang mereka usung.
Salah satu hal menarik dari presentasi mereka adalah bagaimana AeroPulse menyatukan aspek hiburan, teknologi, dan ekonomi dalam satu narasi yang hidup. Dari 3D projection, lighting art, hingga drone coffee on the fly, setiap detail menunjukkan pemahaman mendalam terhadap tren MICE masa depan. Seperti yang diungkapkan di akhir presentasi mereka, “Macau sky is open, low altitude future is bright.”
Macan MICE Baru dari Macau
Kreativitas dan kepercayaan diri tim AeroPulse menjadikan mereka simbol dari generasi baru pemimpin MICE Asia dari generasi yang berani menggabungkan teknologi mutakhir, keberlanjutan, dan pengalaman multisensorik dalam satu kesatuan.
Dengan visi menjadikan Macau sebagai pusat inovasi drone dan event global, proyek Macau Skyline Eco-Innovation bukan hanya sekadar ide kompetisi, melainkan peta jalan menuju transformasi industri MICE Asia.
Peserta Asia MICE Youth Challenge 2025 dari Macau University ini membuktikan bahwa masa depan MICE tidak lagi sekadar soal konferensi dan pameran, tetapi tentang membangun ekosistem cerdas di mana AI, teknologi, dan keberlanjutan menjadi satu kesatuan yang menggerakkan ekonomi kreatif Asia.





