Jakarta, VenueMagz.com – Di panggung Asia MICE Youth Challenge (AMYC) 2025, tim NXTGEN dari Taylor’s University, Malaysia, hadir dengan energi berbeda. Mereka bukan sekadar membawa konsep acara, tetapi gagasan besar tentang inklusivitas yang jarang terdengar dalam kompetisi berbasis MICE.
Presentasi “iMpower: Breaking Barriers Expo 2027” langsung menangkap perhatian peserta dan juri sejak menit pertama. Menggunakan adegan ikonik dari film Finding Nemo sebagai pembuka, tim NXTGEN menegaskan pesan kuat bahwa keberanian bukan soal kesempurnaan, melainkan soal terus melangkah.
Dari sana, arah presentasi bergerak cepat menuju inti proyek yang ingin mereka bawa ke lanskap event Asia. iMpower 2027 adalah konsep dua hari hybrid expo yang dirancang untuk merayakan talenta penyandang disabilitas (PWDs) di kawasan Asia Tenggara.
Mereka menyajikan data pasar bernilai lebih dari US$18 triliun pada 2024 untuk menunjukkan besarnya peluang, sekaligus rendahnya representasi event yang benar-benar fokus pada kelompok ini di Asia.
Nonton video full presentasi Empowering PWDs: Taylor’s University Malaysia Shines at Asia MICE Youth Challenge 2025!
Konsepnya tidak berhenti pada aktivitas dasar pameran. NXTGEN menyiapkan rangkaian program yang mempertemukan teknologi aksesibel, seni, musik, mobilitas modern, hingga arena olahraga dalam ruang tertutup.
Sebanyak 89 booth direncanakan untuk mengisi pameran, dan 35 di antaranya dipastikan dipimpin oleh individu PWD, sebuah komitmen konkret yang jarang muncul dalam event sejenis.
Bagian paling kuat dari presentasi adalah fokus mereka pada aksesibilitas. Platform virtual yang mereka rancang mencakup fitur ramah difabel, seperti mode aman untuk epilepsi, dukungan bagi tunarungu, bahkan pengaturan warna untuk pengguna dengan color blindness.
Pada sisi venue fisik, MITEC Kuala Lumpur dipilih karena infrastruktur lengkap, kapasitas besar, dan standar aksesibilitas yang sesuai dengan kebutuhan PWD.
Di tingkat komersial, NXTGEN menunjukkan bahwa ide ini tidak hanya emosional, tetapi juga viable. Proyeksi pendapatan mencapai US$600.000, dengan margin 25% setelah menghitung biaya venue, produksi, pemasaran, dan kebutuhan teknis. Mereka juga mengincar sponsor lintas sektor yang sudah memiliki program CSR kuat.
Malaysia dipilih bukan tanpa alasan. Dukungan pemerintah terhadap isu disabilitas, keberagaman budaya, dan biaya operasional yang kompetitif menjadikan negara ini panggung ideal. Selain itu, MITEC sebagai venue unggulan menambah daya tarik bagi peserta internasional.
Presentasi ditutup dengan pesan sederhana dari karakter Dory: “Just keep swimming.” Kalimat itu terasa pas, mengingat proyek ini bukan sekadar rencana acara, melainkan dorongan moral bagi mereka yang selama ini terpinggirkan.
NXTGEN menutup panggung dengan keyakinan bahwa iMpower 2027 dapat menjadi momentum baru bagi industri MICE untuk lebih inklusif. Dan jika melihat reaksi juri serta audien di ruangan JIEXPO Convention Center & Theatre siang itu, Malaysia datang bukan sebagai peserta biasa. Mereka datang membawa misi yang lebih besar dari kompetisi, misi untuk membuka ruang baru bagi keberagaman dan kesempatan.





