Jakarta, Venuemgaz.com – Pada ajang Asia MICE Youth Challenge 2025 yang berlangsung 6 November 2025 di JIExpo Convention & Theatre, Jakarta, para peserta dari berbagai negara Asia memamerkan ide terbaik mereka di industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).
Acara ini merupakan bagian dari AFECA Annual General Meeting & Conference ke-20, forum internasional bergengsi bagi pelaku industri MICE di kawasan Asia Pasifik.
Dari sekian banyak tim yang tampil, salah satunya adalah Luxe of Less Crew, perwakilan dari Takming University of Science and Technology, Taiwan. Tim ini menampilkan proyek berjudul “Sea It Differently in Penghu”, sebuah konsep perjalanan insentif yang menggabungkan keberlanjutan, budaya lokal, dan nilai-nilai tanggung jawab lingkungan.
“Luxury is not about having more, but having meaning,” ujar Chris, salah satu anggota tim saat membuka presentasi mereka. Kalimat sederhana itu menjadi benang merah seluruh gagasan mereka bahwa kemewahan sejati bukan diukur dari berlimpahnya fasilitas, tetapi dari seberapa dalam nilai dan dampak yang dihasilkan.
Penghu: Menyelami Kemewahan yang Ramah Alam
Proyek “Sea It Differently in Penghu” berfokus pada wilayah Penghu, kepulauan indah di Taiwan yang dikenal dengan lautnya yang jernih dan kekayaan ekosistemnya. Melalui konsep ini, Luxe of Less Crew ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat menjadi bentuk baru dari kemewahan.
Mereka merancang paket perjalanan empat hari yang memadukan wisata bahari dengan kegiatan sosial-berbasis lingkungan, seperti restorasi terumbu karang, pembersihan pantai, dan pelatihan kuliner laut berkelanjutan.
Tak hanya itu, wisatawan juga diajak mengenal kerajinan tradisional dan metode penangkapan ikan kuno yang diwariskan masyarakat setempat.
“Tujuan kami sederhana, membuat orang menikmati Penghu dengan cara yang berbeda sehingga lebih sadar, lebih peduli, tapi tetap berkelas,” kata Carson, anggota lainnya.
Simak video presentasi lengkap untuk mengerti lebih dalam https://youtu.be/jTMiux–yyE
ESG sebagai Inti Inovasi MICE
Konsep ini ditujukan untuk 60 tenaga penjualan perusahaan farmasi terkemuka di Asia Pasifik, dengan pesan utama bahwa pariwisata insentif dapat menjadi sarana nyata untuk mencapai tujuan ESG (Environmental, Social, and Governance).
Bagi Luxe of Less Crew, keberlanjutan tidak hanya soal menjaga alam, tetapi juga menciptakan hubungan jangka panjang antara perusahaan, masyarakat lokal, dan lingkungan.
Dalam setiap kegiatan, mereka memastikan adanya measurable ROI dari kepuasan peserta hingga kontribusi terhadap pelestarian alam dan ekonomi lokal.
“Pariwisata yang berkelanjutan bukan sekadar tren, tapi arah baru industri insentif,” ujar salah satu anggota tim dalam sesi tanya jawab dengan juri.
Kreativitas Muda Taiwan di Pentas Asia
Kehadiran Takming University menegaskan peran penting generasi muda Asia dalam mendorong transformasi industri MICE menuju arah yang lebih hijau. Konsep mereka mendapat apresiasi karena mampu menghubungkan nilai ESG ke dalam desain insentif yang tetap relevan secara bisnis.
“Proyek ini visioner. Mereka tidak hanya memikirkan pengalaman peserta, tetapi juga dampaknya bagi lingkungan dan komunitas,” komentar salah satu juri usai presentasi.
Didukung oleh pemerintah daerah Penghu dan mitra lokal, gagasan ini juga menjadi contoh kolaborasi lintas sektor antara kampus, dunia usaha, dan komunitas.
Dari acara bertema hijau hingga suvenir berbahan daur ulang, setiap detail proyek menegaskan komitmen mereka terhadap keberlanjutan.
Ketika “Less” Justru Menjadi “Luxe”
Lewat Luxe of Less Crew, Taiwan menunjukkan bahwa masa depan pariwisata bukan lagi tentang seberapa banyak yang kita konsumsi, melainkan seberapa besar nilai yang kita tinggalkan. Konsep “The Luxe of Less” — kemewahan dalam kesederhanaan — bukan sekadar slogan, tapi ajakan untuk melihat perjalanan dengan cara yang lebih bermakna.
“Don’t just see Penghu. Come see Penghu differently,” tutup Chris di akhir presentasi, disambut tepuk tangan panjang dari peserta forum internasional itu.
Melalui ide ini, Taiwan kembali menegaskan kepemimpinannya dalam inovasi pariwisata berkelanjutan di Asia, sekaligus memberi pesan bahwa generasi muda kini bukan sekadar penonton, melainkan penggerak masa depan industri MICE global.





