Jakarta, VenueMagz.com – Di ajang Asia MICE Youth Challenge 2025 yang berlangsung di Jakarta, tim dari Universitas Prasetiya Mulya tampil dengan konsep yang langsung mengundang perhatian. Melalui proyek berjudul UNRAVEL, mereka mengangkat isu fast fashion yang selama ini jarang dibahas dalam konteks industri MICE maupun ekonomi kreatif. Fokusnya sederhana namun penting: mengajak publik Asia melihat ulang bagaimana pakaian yang kita kenakan dan kemudian dibuang sangat memengaruhi bumi.
Industri fashion global memproduksi lebih dari 100 miliar pakaian setiap tahun, tetapi sebagian besar hanya dipakai 7 sampai 10 kali sebelum menjadi limbah. Tim dari Prasetiya Mulya menyoroti fakta ini sebagai salah satu persoalan lingkungan paling mendesak, mulai dari penggunaan air dalam skala besar hingga peningkatan emisi karbon. Dengan bahasa sederhana, mereka mengingatkan bahwa “setiap pakaian punya biaya yang tak terlihat.”
UNRAVEL kemudian dirancang sebagai acara tiga hari yang memadukan pameran, konferensi, dan ruang pengalaman interaktif. Lima zona utama dari True Cost of Fashion Experience hingga DIY Upcycle Workshop dibuat untuk membantu pengunjung memahami perjalanan lengkap sebuah pakaian, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif melalui fashion sirkuler. Dengan pendekatan edukatif yang ringan, proyek ini membuat isu keberlanjutan terasa lebih dekat dan relevan.
Di luar isu lingkungan, UNRAVEL menawarkan potensi ekonomi kreatif yang menarik. Melalui forum bisnis yang menghadirkan hingga 100 brand dari skala rintisan hingga label mapan, acara ini membuka ruang kolaborasi antara pelaku fashion, komunitas keberlanjutan, serta generasi muda.
Nonton video presentasi di https://youtu.be/bouT-U_t4lk
Diselenggarakan di JIExpo Convention Center & Theatre, konsep ini menunjukkan bagaimana sektor MICE dapat menjadi wadah lahirnya gagasan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan isu besar di Asia.
Presentasi mereka juga diwarnai dialog ringan dengan juri, termasuk momen saat juri meminta “izin bertanya”, dan tim membalas dengan “izin menjawab”. Suasana itu mencairkan topik yang sebenarnya berat, sekaligus menunjukkan bahwa pembahasan keberlanjutan bisa dilakukan dengan cara yang menarik dan dekat dengan anak muda.
Pada akhirnya, mereka menutup presentasi dengan pesan bahwa UNRAVEL bukan hanya acara, tetapi gerakan kecil untuk mendorong perubahan besar di industri fashion Asia.
Di tengah berkembangnya tren ekonomi kreatif dan kesadaran lingkungan di kalangan Gen Z, UNRAVEL memberi gambaran bagaimana anak muda Indonesia memandang masa depan fashion yang lebih sadar, lebih kreatif, dan lebih bertanggung jawab.
Di panggung internasional AFECA 2025, Indonesia bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga menyampaikan ide bahwa perubahan besar bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana, bisa dari sehelai pakaian yang kita pakai setiap hari.





