Filipina, Venuemagz.com -Singapura menyambut 16,9 juta wisatawan internasional sepanjang tahun 2025, atau naik 2,3 persen dari periode yang sama pada 2024.
Singapura juga menerima S$23,9 miliar tourism receipt pada Januari-September 2025, atau meningkat 6,5 persen dari periode yang sama pada 2024.
“Kami memfokuskan pada quality tourism dibandingkan mencari kuantitas jumlah turis,” ujar Kwan Su Min, Director Communications Singapore Tourism Board.
Tiga negara utama yang menyumbang wisatawan internasional pada periode Januari-November 2025 adalah China dengan 3,1 juta orang, diikuti oleh Indonesia (2,4 juta orang) dan Malaysia (1,3 juta orang). Di posisi keempat ada Australia (1,3 juta orang), lalu peringkat kelima India (1,2 juta orang).
“Dari 10 besar, tiga negara berasal dari Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Total jumlah wisatawan dari ketiga negara tersebut sekitar satu per tiga dari keseluruhan wisatawan internasional yang datang ke Singapura,” ujar Su Min.
Road Map Tourism 2040
Saat acara Media Briefing National Tourism Organization (NTO) ASEAN Tourism Forum 2026 di Filipina, 29 Januari 2026, Su Min mengatakan bahwa Singapura tidak hanya akan melihat pertumbuhan pariwisatanya pada 2026, tapi untuk 15 tahun ke depan, yakni tahun 2040. Jadi, pada Mei 2025, Singapura meluncurkan strategi pariwisata jangka panjang, yakni Tourism 2040. Tujuannya jelas, yakni mendatangkan lebih banyak turis berkualitas alih-alih hanya mengandalkan kuantitas.

“Strategi tersebut tidak hanya mengidentifikasi peluang-peluang baru dan area mana saja yang masih bisa dikembangkan, tapi juga mengantisipasi tren-tren yang terus berubah,” ujar Su Min.
Proyeksi devisa pariwisata pada 2040 adalah antara S$47 miliar sampai S$40 miliar.
Lalu, apa yang akan dilakukan Singapura untuk meningkatkan lebih banyak wisatawan berkualitas? Ada tiga hal penting yang akan dilakukan, yakni Demand, Destination, dan Development.
1. Mendorong Kunjungan Turis MICE
Singapura saat ini sudah memiliki kekuatan untuk menjadi destinasi MICE internasional. Buktinya, Singapura berada di peringkat ketiga berdasarkan ICCA Worldwide City Rankings 2024. Hal tersebut diperoleh berkat banyaknya jumlah meeting internasional yang diadakan di negara ini.
Kemudian, berdasarkan survei Cvent, Singapura menjadi destinasi utama di Asia Pasifik pada 2025 untuk kegiatan meeting internasional. Penghargaan tersebut diterima selama tujuh kali sejak tahun 2016.
Untuk meningkatkan lebih banyak kegiatan MICE internasional diadakan di Singapura, Pemerintah Singapura juga sedang membangun MICE Hub di pusat kota untuk mengakomodir kebutuhan kegiatan MICE internasional berskala besar.
“Pada 2040, target kami penerimaan devisa pariwisata dari MICE adalah tiga kali lipat dari yang sekarang,” ujar Su Min.
2. Meningkatkan Daya Tarik Destinasi
Singapura juga akan memperkuat daya tarik destinasi wisatanya agar lebih banyak wisatawan internasional yang mau berkunjung. Salah satu yang akan dilakukan adalah memperluas area Marina Bay Sands (MBS) di mana nantinya akan ada tower hotel mewah dan juga area rooftop yang terbuka untuk publik.
Proyek perluasan MBS ini rencananya akan selesai pada 2030. Nantinya di area baru ini juga akan ada area entertainment dengan 15.000 kursi, dan area MICE premium.
Selain itu, Singapura juga akan membuka destinasi wisata baru, antara lain Singapore Oceanarium, Rainforest Wild Africa (2026), Porsche Experience Centre (2027), dan Therme Singapore (2030).
Selain atraksi wisata, Singapura juga fokus dalam hal penyelenggaraan event. Beberapa acara besar yang pernah diadakan di Singapura adalah konser Lady Gaga, konser Blackpink, Waterbomb Festival, Grand Prix Season Singapore, dan Hyrox Open Asian Championships.
“Kami juga mengumumkan bahwa BTS akan konser di Singapura pada Desember 2026,” ujar Su Min.
3. Mengembangkan Pelaku Pariwisata
Pilar terakhir adalah meningkatkan kompetensi pelaku pariwisata di Singapura. Melalui program Singapore Tourism Accelerator, Singapura akan mempertemukan perusahaan teknologi global dengan organisasi pariwisata di Singapura untuk menciptakan solusi teknologi inovatif untuk menghadapi tantangan pariwisata yang dihadapi.
“Kami juga ingin biro perjalanan di Singapura lebih adaptif terhadap tren yang muncul di sektor pariwisata global. Kami bekerja sama dengan mereka untuk menciptakan Travel Agent Roadmapyang berfokus pada meningkatkan kapabilitas mereka,” ujar Su Min.






